Laporkan Masalah

ANALISIS BIAYA UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENYELENGGARAAN MAKANAN DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

TITI MELATI, Dr.Dra.Anastasia Susty,MSi.,AK,CA.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Instalasi gizi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta terutama bagian penyelenggaraan makanan membutuhkan sumber daya yang banyak. Instalasi gizi terutama bagian penyelenggaraan makanan dengan sumber daya yang banyak tersebut merupakan kegiatan yang kurang efisien, karena sering sekali makanan yang dimasak berlebihan jumlahnya dan menghabiskan biaya yang besar. Tujuan: Membandingkan antara penyelenggaraan makanan di instalasi gizi yang dikelola sendiri (swakelola) dengan jasa outsourcing. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian studi kasus. Lokasi penelitian di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian yang dilakukan yaitu menganalisis biaya dan menganalisis kualitas makanan dari instalasi gizi maupun dari jasa outsourcing. Hasil: Harga yang ditawarkan jasa outsourcing sebesar Rp20.000 per porsi jauh lebih murah jika dibandingkan dengan biaya makanan swakelola Rp52.155 per porsi, selain itu juga perlu dipertimbangkan adanya biaya-biaya yang tidak bisa dihindarkan. Hasil perhitungan biaya makanan yang disediakan jasa outsourcing yaitu Rp43.404 per porsi, tetap lebih murah jika dibandingkan dengan biaya makanan swakelola sebesar Rp52.155 per porsi. Berdasarkan wawancara mendalam, aspek kualitas didapatkan penyelenggaraan makanan yang dikelola swakelola lebih bagus kualitasnya. Kesimpulan: Penyelenggaraan makanan di instalasi gizi yang dikelola jasa outsourcing lebih efisien jika dibandingkan dengan swakelola. Meskipun demikian, kualitas makanan yang dikelola jasa outsourcing akan menjadi lebih baik dengan pengawasan supervisor gizi rumah sakit. Kata kunci : penyelenggaraan makanan, instalasi gizi, jasa outsourcing, analisis biaya, analisis kualitas

Background: The nutrition department in providing food in PKU Muhammadiyah Hospital in Jogjakarta requires a lot of resources. This department often cooks food excessively and cost a lot of money. Objective: This research is aimed at comparing between self administered food provision and the outsourcing services in the nutrition department. Method: This research is a descriptive research with case study design. Location of the research in PKU Muhammadiyah Hospital in Jogjakarta. The costs and quality of food analysis was conducted to evaluate decision making of self administered or outsourcing services in the nutrition department. Results: The price offered by outsourcing services is IDR 20,000 per portion, much cheaper than cost of self administered food, IDR 52,155 per portion. However there are cost that must be considered costs as unavoided. The full cost of outsourcing services is IDR 43,404 per portion. This amount cheaper than costs of self administered food, IDR 52,155 per portion. According to the in-depth interviews conducted in this research, the quality of self administered food is much better than outsourcing services. Conclusions: Food provision delivered by outsourcing services is more efficient compared to self administered by nutrition department. However, the food quality by outsourcing services will be better with nutritionist supervision. Keywords: food provision, nutrition department, outsourcing services, cost analysis, quality analysis

Kata Kunci : penyelenggaraan makanan, instalasi gizi, jasa outsourcing, analisis biaya, analisis kualitas; food provision, nutrition department, outsourcing services, cost analysis, quality analysis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.