Perubahan Pemanfaatan Lahan Usahatani Padi Menjadi Jambu Biji di Desa Jlegong Kecamatan Bejen Kabupaten Temanggung
YUNI HERLINA WATI, Dr. Rika Harini, M.P.
2014 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANSalah satu usaha yang dilakukan oleh petani dalam meningkatkan hasil pendapatannya adalah dengan mengubah jenis komoditasnya. Ketika pendapatan darihasil komoditas usahatani-nya rendah dan tidak ada perkembangan, mereka akan berupaya mengubah jenis komoditas usahatani-nya. Salah satunya yang terjadi saat ini adalah perubahan usahatani padi menjadi jambu biji di Kabupaten Temanggung. Hal ini didasari oleh rendahnya hasil pertanian padi sebagai hasil pertanian pokok yang membuat petani berusaha mencari jalan keluar dalam meningkatkan pendapatan ekonominya. Saat ini banyak petani yang mengubah usahatani padinya menjadi tanaman jambu biji. Adanya perubahan tersebut maka akan mengubah hasil pendapatan petani dalam setiap panennya. Tujuan penelitian ini mengetahui 1). Karakteristik sosial dan ekonomi, 2). Perubahan pendapatan dari usahatani padi menjadi jambu biji. 3). Presepsi dan alasan petani dalam mengubah usahatani-nya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode sensus dengan daerah kajian satu desa yang terdiri dari empat dusun. Penelitian ini dilakukan di Desa Jlegong dengan sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Berdasarkan metode yang dilakukan sebanyak 102 responden sebagai petani yang mengubah usahatani padinya menjadi jambu biji. Hasil dari wawancara ini diperoleh berupa data mentah yang kemudian diolah menggunakan uji statistik tabel frekuensi dan analisis data secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu : 1). Tingkat ekonomi dan pendidikan responden yang mengubah lahan usahatani-nya masih tergolong rendah, pendidikan terakhir dari responden rata-rata hanya tamat SD, dan pendapatan yang diperoleh per bulannya masih dibawah < RP.1.000.000. 2). Perubahan pendapatan dengan mengubah jenis usahatani padinya menjadi jambu biji mengalami peningkatan sebesar 300% 3). Presepsi masyarakat cenderung lebih menguntungkan hasil usahatani tanaman jambu biji, alasan mereka mengubah usahatani-nya adalah: tanaman padi banyak hama yang menyerang yang mengurangi produksi, frekuensi panen tanaman jambu biji lebih sering dibandingkan tanaman padi, produksi lebih tinggi dan perawatanya lebih mudah. Perubahan usahatani padi menjadi jambu biji ini dilakukan sejak tahun 2006.
Guava crop is a substitute of rice crop that has high income. The agricultures in Jlegong village are drylands and moors. The aim of this study is to know the change in farm’s profit of rice crop, which has been changed to guava. And also to know the factors that influenced it. Method used in the research is a census method with a total of 102 respondents. Census method used by considering the small number of respondents in one village that only consists of four hamlets. Analytical methods used are qualitative and quantitative descriptive. The result of the research shows that there is a change in income by 300%. This result indicates that guava crop able to replace rice crop with higher profit. This level of profit could increase the farmers welfare. The factors that influence the change in agriculture of Jlegong village are pests, higher harvest time of guava crop compared to rice, productivity level, and farm's treatment.
Kata Kunci : Perubahan Pemanfaatan Lahan, Usahatani Jambu Biji, Temanggung