BALAS BUDI PADA KOMUNITAS (Studi Fenomenologi tentang Perbedaan Pemaknaan terhadap Hijab dan Akomodasi Hijabers Community Yogyakarta)
ARIZA RADITYA ZIRAHANASA, Prof. Purwo Santoso, M. A, Ph.d
2014 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Menjamurnya wanita yang menggunakan hijab nyatanya tidak dimaknai sebagai sebuah ekspresi ketaatan semata. Hijab ternyata juga dimaknai sebagai lahan bisnis bagi yang mampu membacanya sebagai peluang. Hijabers Community sebagai wadah tempat bisnis dan syariat bertemu nyatanya tidak menimbulkan resistensi yang berarti. Berangkat dari hal itu, penelitian ini digerakan oleh pertanyaan bagaimana Hijabers Community mengakomodasi dua pertentangan makna antara logika syariat dengan logika bisnis didalam tubuh Hijabers Community itu sendiri ? Dengan mengacu pada pemahaman bahwa perbedaan selalu menawarkan akomodasi, penelitian ini akan dirangkai menggunakan lensa konformiti. Untuk sampai pada jawaban yang diinginkan peneliti, studi ini dijembatani oleh metode fenomenologi dengan mewawancarai anggota Hijabers Community. Mereka yang diwawancarai mewakili konstruksi makna masing-masing, yaitu syariat dan bisnis. Penelitian ini menggambarkan: 1. Hijabers Community didirikan dengan membawa Visi syiar agama Islam, 2. Adanya perbedaan pemaknaan terhadap hijab adalah hasil dari konstruksi sosial, 3. Akomodasi merupakan politik jalan tengah yang dilakukan Hijabers Community.
The rapidly growing number of woman with hijab is not fully considered as an expression of religious obedience but also a bussiness opportunity. But, Hijabers Community as a meeting point between bussiness opportunity and syariat is having no remarkable resistance. Therefore, this research is purposed to find out how the Hijabers Community accomodate the clash between the logic of syariat and the logic of bussines that actually runs within the Hijabers Community itself. By referring to the understanding that accomodation is offered through a difference, this research is framed by using the lens of conformity In order to complete the research goal, this study is linked with the phenomenological method by interviewing the members of Hijabers Community. The interviewee represent the construction of meaning towards syariat and bussiness. This research shows that Hijabers Community is established by (1) carrying the vision of Islam, (2) the difference in seeing Hijab as an social construction, (3) accomodating the clash within the member of Hijabers Community.
Kata Kunci : Konformiti, Pemaknaan, Konstruksi Sosial, Akomodasi