KOMPARASI PELAKSANAAN PROGRAM PERENCANAAN PERKOTAAN DENGAN KASUS SISTEM JALAN BERBAYAR ELEKTRONIK DI SINGAPURA, LONDON DAN STOCKHOLM DENGAN LINGKUP PERKOTAAN
NAZALI FIRMAN, Widyasari Her Nugrahandika, S.T., M.Sc.
2014 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAPerkotaan membutuhkan transportasi untuk mendistribusikan sumberdaya yang tersebar di berbagai bagian kota. Akan tetapi dengan pertumbuhan kendaraan yang tidak terkontrol dapat menimbulkan masalah kemacetan dan polusi. Sistem jalan berbayar dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengatasi masalah ini dan memberi pengaruh bagi kehidupan perkotaan dengan menyelesaikan masalah kemacetan dan meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deduktif-kualitatif dengan pandangan rasionalistik. Penelitian mengambil lokasi di Singapura, London dan Stockholm sebagai kasus yang telah melaksanakan program sistem jalan berbayar dan banyak menjadi perhatian peneliti dunia. Metode analisis yang digunakan ada dua yaitu metode analisis isi dan analisis komparasi. Analisis isi digunakan untuk pembahasan setiap kasus sehingga memperoleh deskripsi atau pembahasan yang objektif. Sedangkan analisis komparasi digunakan untuk membandingkan pembahasan pelaksanaan masing-masing kasus untuk mengetahui tingkat keberhasilan, faktor yang mempengaruhi dan strategi implementasi yang dapat diterapkan. Dari penelitian ini didapatkan, Singapura adalah kasus yang paling berhasil dalam melaksanakan sistem jalan berbayar ketika dibandingkan dengan London dan Stockholm dengan 4 parameter yaitu kebijakan, dukungan publik, lingkungan dan keterkaitan dengan sistem lain. Faktor yang mempengaruhi adalah adanya kebijakan yang melindungi sistem dari pelanggar, kesesuian dengan sistem sebelumnya dan perencanaan transportasi yang baik.
Cities are reliant on transportation system to distribute the resources. However, the increasing demand for transport in urban areas has led to uncontrollably rise in numbers of cars and trucks. This high dependence on vehicles is contributing to congestion and air pollution problems. Road pricing system may become alternative solution to those major transportation problems in order to enhance the quality of environment in urban areas. This research was carried out through deductive-qualitative method with rationalistic perspective to identify existing best practices of road pricing system in Singapore, London, and Stockholm. Content analysis was used in this research to figure out the detail information objectively, and comparative analysis was also performed to compare the road pricing system practices in each city. The purpose of this research was to provide a summary of the city with best practice of road pricing system. Furthermore, it would provide the city's successful factors and implementation strategy that can be adopted. This research concluded that road pricing system had produced more impressive results in Singapore than in London and Stockholm, assessed by these 4 parameters: policy, public support, environment, and the integrity other systems. It also identified that the policy which protected the system from violation and integrity with previous system had become the key success on the road pricing system practice. Moreover, a comprehensive transportation planning played an important role on the success of road pricing system.
Kata Kunci : Sistem jalan berbayar, permasalahan perkotaan, Singapura, London, Stockholm