Laporkan Masalah

EFEK EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle Linn) 0,2% DALAM MENGHAMBAT PERLEKATAN BAKTERI Streptococcus sanguinis (In Vitro)

ZAIM ISYRAQIZH ZHAFARI, drg. Heni Susilowati, M. Kes., Ph.D; drg. Alma Linggar Jonarta, M.Kes

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI

INTISARI Streptococcus sanguinis merupakan koloni primer dalam proses pembentukan plak gigi. Perlekatan S. sanguinis pada permukaan gigi mutlak dibutuhkan dalam inisiasi kolonisasi bakteri tersebut. Sirih hijau (Pipper betle linn.) telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk penyakit gigi dan mulut. Daun sirih hijau mengandung flavonoid, terpenoid, tanin, katekin, hydroxycavicol, polifenol, dan minyak atsiri yang diketahui mampu menghambat sintesis dinding sel bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak daun sirih hijau dalam menghambat perlekatan S. sanguinis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni. Aderensi bakteri S. sanguinis diamati dengan uji perlekatan terhadap permukaan kaca tabung reaksi yang dilapisi saliva. Subjek penelitian berupa bakteri S. sanguinis wild type isolat plak supragingiva yang dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok kontrol, positif dan negatif berturut-turut dipapar klorheksidin glukonat 0,2% dan akuades. Kelompok uji diberi paparan ekstrak daun sirih hijau 0,2%. Suspensi bakteri sebanyak 250 µl kemudian ditambahkan ke dalam setiap tabung perlakuan dan diinkubasi selama 18 jam pada suhu 37oC dan kemiringan 30o. Bakteri yang menempel pada dinding tabung dilepaskan dengan menggunakan NaOH 0,5 M. Nilai absorbansi suspensi bakteri dalam NaOH diukur menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 540 nm. Data yang didapat dianalisis dengan menggunakan uji One-Way ANOVA. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara kelompok uji dengan kontrol negatif, dan perbedaan tidak bermakna dengan kontrol positif (p>0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa ekstrak daun sirih hijau (Piper betle linn.) 0,2% mempunyai kemampuan menghambat perlekatan bakteri S. sanguinis yang meskipun belum sebaik klorheksidin glukonat.

ABSTRACT Streptococcus sanguinis is early colonizer in dental plaque formation. Streptococcus sanguinis adherence mechanisms onto tooth surface are needed to initiate colonization. Green betel (Piper betle Linn) has been used as traditional medicine to cure oral health problems. Green betel's leaf contains flavonoid, terpenoid, tannin, cathechyn, hydroxycavicol, polyphenol, and essential oils that prevent bacterial cell wall synthesize. The research's objective was to investigate the effect of Green betel's leaf extract in inhibiting S. sanguinis adherence. This laboratory experimental study tested S. sanguinis adherence onto saliva coated-test tubes' glass wall. The subject was wild type strain S. sanguinis isolated from supragingival plaque, divided into two groups. Control group, positive and negative control consecutively exposed with 0.2% chlorhexidine gluconate and aquadest. Treatment group was exposed with 0.2% Piper betle Linn's extract. An amount of 250 µl bacterial suspensions were then added to the whole tubes and incubated for 18 hours in 37oC with angulations of 30o. The adhered bacteria cells were detached using 0.5M sodium hydroxide. Absorbance indexes were spectrophotometrically measured at 540 nm. Data were then statistically analized using One-Way ANOVA test. One-Way ANOVA test showed a significant differences between treatment and negative control group. Meanwhile, non significant difference was showed between treatment and positive control group (p>0.05). These results indicate that 0.2% of Piper betle Linn extract has a potential to decrease the adherence of S. sanguinis although is not as good as 0.2% chlorhexidine gluconate.

Kata Kunci : Kata Kunci: Ekstrak daun sirih hijau, aderensi bakteri, Streptococcus sanguinis/Keywords : Piper betle Linn extract, bacterial adherence, Streptococcus sanguinis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.