Laporkan Masalah

KADAR GLUTATHIONE SALIVA PADA PENDERITA GINGIVITIS KATEGORI SEDANG SETELAH BERKUMUR EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava) KONSENTRASI 5%

RIZKA MAULITA W, drg. Heni Susilowati, M.Kes., Ph.D.; drg. Tetiana Haniastuti, M.Kes., Ph.D

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Gingivitis merupakan inflamasi pada gingiva yang disebabkan oleh akumulasi plak yang akan menghasilkan reactive oxygen species (ROS). Reactive oxygen species berperan dalam upaya perlindungan tubuh dengan menghancurkan bakteri, namun ROS dapat menyebabkan kerusakan jaringan. Aksi ROS dapat dilawan oleh antioksidan. Apabila keseimbangan antara ROS dan antioksidan terganggu akan terjadi stres oksidatif. Glutathione (GSH) yang berperan sebagai antioksidan melindungi sel terhadap kerusakan oksidatif. Daun jambu biji kaya akan antioksidan karena mengandung komponen phenolic dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar GSH saliva pada penderita gingivitis kategori sedang setelah berkumur ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava) konsentrasi 5%. Subjek penelitian adalah 20 pasien gingivitis kategori sedang yang dibagi menjadi 2 kelompok, yakni kelompok perlakuan dan kontrol. Kelompok perlakuan diminta berkumur ekstrak daun jambu biji konsentrasi 5% sedangkan kelompok kontrol diminta berkumur hexetidine 0,1%. Setiap subjek berkumur selama 30 detik setiap pagi dan malam hari selama 5 hari berturut-turut. Kadar GSH saliva diukur sebelum perlakuan dan pada hari ke-6 sesudah perlakuan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 412 nm. Data dianalisis menggunakan uji T berpasangan dan uji T tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kadar GSH sebelum dan sesudah berkumur pada setiap kelompok namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05) kadar GSH saliva setelah berkumur pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa kadar GSH saliva meningkat setelah berkumur ekstrak daun jambu biji konsentrasi 5%.

Gingivitis is a gingival inflammation caused by accumulation of bacterial plaque which produces reactive oxygen species (ROS). Reactive oxygen species plays a role in body protection by destroying infectious bacteria although it may cause tissue damage. Actions of ROS can be countered by antioxidants. Imbalance between ROS and antioxidant may cause oxidative stress. Glutathione (GSH) which act as antioxidant protects cells against oxidative damage. Guava leaf is rich in antioxidants due to it phenolic and flavonoid components. The aim of this study was to determine the level of salivary GSH of moderate gingivitis patients after gargling with solution containing 5% guava leaves extract (Psidium guajava). Twenty subjects with moderate gingivitis were randomly divided into 2 groups, the treatment and control group. The treatment group gargled using 5% guava leaves extract while the control group gargled using 0.1% hexetidine. Each subject gargled for 30 seconds every morning and night, five day in a row. The level of GSH was measured before the treatment and on the sixth day after the treatment using a spectrophotometer at a wavelength of 412 nm. The data were analyzed using paired T-test and independent T-test. The result of this study showed that there was significant difference between salivary GSH level of each group before and after the treatment; in addition, after gargled with the solution no significant difference of salivary GSH level was found (p>0,05) between the treatment group compare to the control group. It is concluded that the level of salivary GSH increases after gargling using 5% guava leaves extract.

Kata Kunci : daun jambu biji, gingivitis, glutathione, saliva


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.