Laporkan Masalah

HUBUNGAN PENGALAMAN KLINIK DENGAN PERSEPSI MAHASISWA KEPANITERAAN TERHADAP INFORMED CONSENT (Kajian pada mahasiswa kepaniteraan FKG UGM Yogyakarta)

DUMA SULASTRI PANJAITAN, Dr.drg.Julita Hendrartini, M.Kes ; drg. Sri Widiati, MPH.

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI

INTISARI Informed consent adalah salah satu prosedur yang wajib dilakukan dalam setiap perawatan di bidang kedokteran gigi. Persepsi akan pentingnya informed consent sangat mempengaruhi sikap profesional kedokteran gigi dalam melakukan prosedur informed consent dalam praktek kedokteran gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengalaman klinik dengan persepsi terhadap informed consent pada mahasiswa kepaniteraan RSGMP Prof. Soedomo Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian cross sectional. Subjek penelitian adalah 100 mahasiswa kepaniteraan, pengambilan sampel menggunakan stratified nonproportional random sampling. Pengalaman klinik dilihat berdasarkan lama pengalaman klinik yang telah ditempuh. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner mengenai persepsi terhadap informed consent. Analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi product moment pearson dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan positif antara pengalaman klinik dengan persepsi terhadap informed consent (r= 0,969 nilai p = 0,031). Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin lama pengalaman klinik mahasiswa kepaniteraan, semakin baik persepsi terhadap informed consent.

ABSTRACT Informed consent is one of dental procedure that must to be done in dental practice. Perception about the importance of informed consent can influence dental profesional attitude in dental practice. The aim of this study was to investigate the relationship between the clinical experience and perception toward informed consent on dental intern in RSGMP Prof. Soedomo Yogyakarta. Cross sectional method was used in this study. The subject was 100 dental interns with stratifiednonproportional random sampling method. Clinical experience is analyzed by how long the clinical experience had been taken in month. Research�s instrument used in this study was questionaire about perception toward informed consent. Product moment Pearson correlation analysis was used in this study with level of confidence 95%. The results showed that there is a positive significant relationship between the clinical experience and perception toward informed consent (r= 0,969 nilaip = 0,031). The conclusion is the longer dental interns experiencing in clinic, the better their perception toward informed consent. Keywords: dental intern, clinical experience, perception, informed consent

Kata Kunci : Kata kunci : mahasiswa kepaniteraan, pengalaman klinik, persepsi, Informed consent/ Kata kunci : mahasiswa kepaniteraan, pengalaman klinik, persepsi, Informed consent


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.