Laporkan Masalah

PEMODELAN 3D KAWASAN CAGAR BUDAYA MENGGUNAKAN FOTOGRAMETRI JARAK DEKAT KOMBINASI DATA FOTO TERESTRIS DAN FOTO UDARA (STUDI KASUS KAWASAN CANDI SAMBISARI-YOGYAKARTA)

NOVI ARISTIA, Dr. Catur Aries R., ST., MT.

2014 | Skripsi | TEKNIK GEODESI

Cagar budaya adalah warisan budaya berupa Benda cagar budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan. pelestarian cagar budaya harus didukung oleh kegiatan pendokumentasian sebelum dilakukan kegiatan yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan keasliannya. Geodesi dan Geomatika sebagai cabang ilmu dan teknologi pemetaan dan pengelolaan data spasial dapat berperan serta dalam melakukan proses pendokumentasian kawasan cagar budaya. Salah satu upaya kegiatan tersebut adalah melalui teknik pemodelan 3D kawasan cagar budaya menggunakan metode Fotogrametri Jarak Dekat. Fotogrametri jarak dekat merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk merekonstruksi objek 3 Dimensi dengan pengolahan dari foto - foto yang bertampalan. Tugas akhir ini dilaksanakan bertujuan untuk membuat model 3 dimensi Kawasan Cagar Budaya untuk kepentingan dokumentasi sebagai salah satu upaya pelestarian dan pemeliharaan Kawasan Cagar Budaya. Selama ini pemodelan 3D untuk kepentingan dokumentasi lebih banyak terfokus pada pemodelan benda cagar budaya bukan pada kawasan cagar budaya yang cakupannya lebih luas. Oleh sebab itu proyek tugas akhir ini dikhususkan untuk pembuatan model 3D kawasan candi untuk selanjutnya diharapkan mampu memberikan gambaran utuh terkait benda-benda cagar budaya yang ada diarea kawasan cagar budaya. Metode yang digunakan adalah Fotogrametri jarak dekat dengan dua cara pengambilan data yaitu pengambilan foto secara terestris (menggunakan kamera yang dipegang langsung oleh fotografer), dan pengambilan foto secara aerial (meletakkan kamera pada wahana terbang UAV). Perangkat lunak yang digunakan untuk membentuk model 3 dimensi dalam pelaksanaan tugas akhir ini adalah Agisoft PhotoScan Professional dengan Objek yang dimodelkan adalah Kawasan Cagar Budaya Candi Sambisari. Pengolahan data foto terestris terfokus untuk pembentukan model 3D objek Candi Sambisari, sedangkan data foto udara terfokus untuk pembentukan model 3D Kawasan Candi Sambisari. Cara kombinasi ini membantu mendapatkan data yang tidak terlihat jika hanya menggunakan cara terestris atau cara aerial saja. Proyek ini menghasilkan model 3D Kawasan Cagar Budaya Candi Sambisari hasil penggabungan dari dua model 3D yaitu model 3D kawasan candi dan model 3D objek candi. Model 3D kawasan candi terbentuk dari pengolahan 15 buah data foto udara tersusun dari 250.574 vertex dan 499.431 face. Berdasarkan hasil evaluasi dimensi model 3D diperoleh nilai RMS sebesar 0,054 meter dengan kesalahan sebanyak ±0,6 kali nilai GSD. Model 3D objek candi terbentuk dari pengolahan 232 buah data foto terestris yang tersusun dari 2.721.394 vertex dan 5.436.929 face, dengan nilai RMS hasil pengukuran dimensi model sebesar 0,052 meter dan kesalahan sebanyak ±17 kali nilai GSD.

Cultural heritage is a legacy of heritage objects on land and / or water that needs to be preserved because it has important value for history, science, education, religion, and / or culture through a determining process. Preservation of cultural heritage must be supported by documentation,before any activity which may change the authenticity of cultural heritage object. Geodesy and Geomatics as a branch of mapping science and technology and spatial data management can participate in the process of documenting cultural heritage area. One of the activities is the techniques of 3D modeling of cultural heritage area using close range photogrammetry method. Close range photogrammetry is a technique that can be used to reconstruct a 3-D object by processing overlaping photo images.The final task is carried out to create a 3-dimensional model of Cultural heritage for documentation purpose as one of the preservation and maintenance efforts of cultural heritage area. During this time 3D modeling for documentation purposes focuses more on the modeling of cultural heritage objects not on the modeling of the cultural heritage area. Therefore this final project is focused on developing 3D model of temple area to provide a complete description about cultural heritage objects in the cultural heritage area. The method used in this final task is Photogrammetric using two data collection techniques, i.e. the terrestrial method (the camera is placed on a tripod), and aerial method (where the camera is placed on Unmanned Aerial Vehicle (UAV )). The software which is used for data processing is Agisoft PhotoScan Professional while the object is The Heritage Area of Sambisari Temple Yogyakarta. Terrestrial image data processing focuses on creating 3D models of Sambisari Temple, while the data of aerial photographs focuses on creating 3D models of Sambisari area. The combination technique helps to get the invisible data which cannot be obtained using either the terrestrial or aerial technique only. This project generates a 3D model of The Heritage Area of Sambisari Temple from the merging process of 3D model of the area and 3D model of the temple. 3D Model of the temple area is formed from 15 aerial photographs and composed of 250,574 vertices and 499,431 faces. Based on the dimension evaluation of the 3D model, the obtained RMS value is 0.054 meters with total error is ± 0.6 times the value of GSD. 3D models of the temple is formed from 232 terrestrial photographs and composed of 2.721.394 vertices and 5.436.929 faces, with the RMS is 0.052 meters and ± 17 times the value of GSD.

Kata Kunci : Close range photogrammetry, 3D model, The Heritage Area of Sambisari Temple.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.