KADAR GLUTATHIONE SALIVA SETELAH BERKUMUR EKSTRAK BUAH JAMBU BIJI (Psidium guajava) 10% PADA PENDERITA GINGIVITIS KATEGORI SEDANG
EDWITA RAMADHANI, drg. Heni Susilowati, M.Kes, Ph.D.; Prof. Dr. drg. Regina TC Tandelilin, MSc.
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGIGingivitis merupakan inflamasi pada gingiva yang disebabkan oleh bakteri yang berkoloni pada permukaan gigi dan produk-produk yang dihasilkannya. Inflamasi yang terjadi akan menyebabkan aktivasi leukosit PMN yang dapat menghasilkan ROS (Reactive Oxygen Species). Aksi ROS dapat dilawan oleh antioksidan. Hilangnya keseimbangan antara ROS dan antioksidan akan memicu terjadinya stres oksidatif yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan. Konsentrasi glutathione (GSH) saliva menurun pada penderita gingivitis karena mekanisme homeostasis gagal untuk mencegah kerusakan jaringan. Buah jambu (Psidium guajava) biji kaya akan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar GSH saliva setelah berkumur ekstrak buah jambu biji 10% pada penderita gingivitis kategori sedang. Subjek penelitian terdiri dari 20 penderita gingivitis kategori sedang yang dibagi ke dalam 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kontrol yang masing-masing terdiri atas 10 orang. Kelompok perlakuan diberi sediaan kumur ekstrak buah jambu biji 10% dan kelompok kontrol diberi hexetidine 0,1%. Kadar GSH saliva diukur 2 kali yaitu sebelum berkumur dan pada hari keenam sesudah berkumur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 412 nm. Data hasil dianalisis dengan uji t berpasangan dan tidak berpasangan pada signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara kadar GSH saliva sebelum dan setelah berkumur ekstrak buah jambu biji 10%. Perbedaan tidak bermakna terdapat antara ekstrak buah jambu biji 10% dan hexetidine 0,1% dalam meningkatkan kadar GSH saliva pada penderita gingivitis kategori sedang. Ekstrak buah jambu biji 10% dapat meningkatkan kadar GSH saliva secara signifikan dan memiliki pengaruh yang sama dengan hexetidine 0,1% dalam meningkatkan kadar GSH saliva.
Gingivitis is inflammation of gingiva caused by bacteria that colonize on the tooth and its products. Inflammation will induce the activation of polymorphonuclear leukocytes which can produce reactive oxygen species (ROS). Actions of ROS can be countered by antioxidants. The loss of balance between ROS and antioxidants will lead to oxidative stress which can cause tissue damage. The concentration of salivary glutathione (GSH) decreased in patients with gingivitis because homeostatic mechanisms fail to prevent tissue damage. Guava (Psidium guajava) is rich in antioxidants. The aim of this study was to determine the levels of salivary GSH after rinsing with 10% guava fruit extract in moderate gingivitis patients. Research subjects consisted of 20 patients with moderate gingivitis that were divided into 2 groups : treatment and control group each consisting of 10 subjects. The treatment group was given mouthwash preparation of 10% guava fruit extract and the control group was given 0,1% hexetidine. Salivary GSH levels were measured 2 times (before rinsing and on the sixth day after rinsing) with a spectrophotometer at a wavelength of 412 nm. Results of the data were analyzed with paired t test and independent t test at significance of p < 0,05. The results showed that between the levels of GSH saliva before and after rinsing with 10% guava fruit extract were significantly different. Furthermore, differences between the 10% guava fruit extracts and 0,1% hexetidine were not statistically significant in increase salivary GSH levels in patients with moderate gingivitis. 10% guava fruit extract can increase salivary GSH levels significantly and have same effect with 0,1% hexetidine in increase GSH levels in saliva.
Kata Kunci : buah jambu biji, gingivitis, glutathione, ROS, saliva, stres oksidatif