ANALISIS DINAMIKA MORFOLOGI BURA (SPIT) PADA BULAN APRIL-MEI 2014 DI MUARA SUNGAI OPAK, KABUPATEN BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
YAN RESTU FRESKI, Dr. Agung Setianto, S.T., M.Si. dan Dr. Ir. Srijono, M.S.
2014 | Skripsi | TEKNIK GEOLOGIDinamika morfologi muara menjadi salah satu kajian yang penting karena terdapat keberlangsungan hidup 2/3 dari populasi dunia di daerah muara dan pesisir. Sebagai pesisir yang terbuka dengan Samudra Hindia, pesisir selatan Pulau Jawa dipengaruhi oleh energi asal laut secara dominan yang dipengaruhi oleh angin muson yang terjadi setiap tahun. Pengaruh ini tampak pada daerah muara sungai, khususnya dalam pembentukan morfologi bura (spit, gosong muara/pantai). Bura menjadi salah satu kunci utama dalam rangka mempelajari dinamika pesisir selatan Pulau Jawa. Perlu dilakukan penelitian mengenai dinamika morfologi muara dan mekanisme pembentukan bura dalam kerangka morfodinamika pesisir selatan Pulau Jawa. Data penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer berupa data luasan bura, foto udara, geometri bura, granulometri, besar dan arah angin sesaat dan data sekunder berupa citra IKONOS-Quickbird dari Google Earth, foto udara, data debit Sungai Opak, data angin tahunan, data gelombang tahunan, data pasang surut prediktif, serta data hasil perhitungan longshore drift pesisir selatan Pulau Jawa. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pengambilan data lapangan dan uji laboratorium. Hasil dari metode tersebut dianalisis dan direkonstruksi menjadi model berkala. Dinamika morfologi bura Sungai Opak pada muson transisi barat-timur (bulan April-Mei 2014) berubah dalam kurun mingguan. Dinamika terlihat pada sekitar saluran muara Sungai Opak dengan tahapan lengkap dari awal pemotongan bura menjadi saluran muara hingga netdrift bura terlihat untuk muson transisi barat ke timur. Sedimen pada bagian depan bura berukuran seragam halus dengan komposisi mineral berat yang dominan. Sedimen pada bagian belakang bura tidak tersortasi dengan baik dengan dominasi komposisi mineral ringan dan litik. Terdapat perbedaan persebaran ukuran butir dan komposisi mineral di permukaan bura akibat proses sedimentasi washover dengan model fluidized flow yang dikontrol oleh gaya gravitasi. Kolom stratigrafi terukur menunjukkan pola perulangan proses washover dengan karakteristik sedimen berstruktur laminasi paralel dan ukuran butir yang sesuai dengan sedimen permukaan.
River mouth changes have become important studies due to its benefits in supporting 2/3 world's population. As an open coast, the southern part of Java Island is predominantly influenced by ocean energy. Ocean energy is driven by periodical monsoon. This periodical process impacts the dynamic changes of spit in the river mouth system. Therefore, spit is a key to study those dynamic changes in the southern coast of Java Island. Opak River Mouth has a spit that actively changed by coastal process. It needs a deep-root explanation about the morphological changes and the sedimentological mechanism. This research project is supported by primary and secondary data. Those primary data are spit geometry, aerial photographs, grain size sieve-based data (granulometry) and spontaneous wind direction. The secondary data include multi-temporal IKONOS-Quickbird images from Google Earth, aerial photographs, discharge of Opak River, annual data on wind and waves, predictive tidal data, and annual calculation of longshore drift. These data were collected from field-work investigation and laboratory-work. The ultimate interpretation and periodic models were built by data reconstruction. Spit changes weekly due to monsoon transition in April to May 2014. The dynamics of morphological changes could be noted as the spit starting to be cut off by the high-rate flow of Opak River. The process continued until the net drift moving westward. The sediment in the front of the spit was well-sorted with dominant presence of heavy minerals. On the other hand, the sediment in the back spit was poorly sorted with dominant presence of light minerals and lithic fragments. These differences are caused by washover mechanism on the spit surface. The mechanism belongs to fluidized flow, which fully controlled by gravity force. Measured stratigraphy shows a monotonous interbedded pattern with a typical sediment structure such as parallel lamination.
Kata Kunci : April, Bura, Dinamika, Mei, Sungai Opak