PERAN HUTAN WONOSADI SEBAGAI PENYEDIA SUMBER AIR BAGI MASYARAKAT
GUNAWAN, Dr.Hatma Suryatmojo, S.Hut., M.Sc.
2014 | Skripsi | KEHUTANANHutan Wonosadi merupakan hutan alam yang dikelola oleh masyarakat sebagai hutan lindung, untuk melindungi sumber-sumber mata air, melindungi biodiversitas flora dan fauna dan melindungi dari bahaya erosi dan longsor lahan. Hutan tersebut memiliki 3 mata air yang dimanfaatkan masyarakat sebagai air baku untuk konsumsi sehari-hari dan untuk pengairan lahan pertanian. Ketiga mata air tersebut adalah Mata Air Rasah, Mata Air Blembem, dan Mata Air Kalas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit minimum rata-rata masing-masing mata air, jumlah dan jenis penggunaan air oleh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga mata air tersebut memiliki debit minimum rata-rata yang berbeda-beda. Debit minimum rata-rata Mata Air Rasah adalah 0,3218 liter/detik. Debit minimum rata-rata mata air Blebem adalah 0,4904 liter/detik dan debit minimum rata-rata Mata Air Kalas adalah 0,395 liter/detik. Total debit minimum harian dari ketiga mata air tersebut adalah 1,2072 liter/detik atau 104.302,93 liter/hari. Dari debit minimum ketiga mata air tersebut, sekitar 20.217,24 liter/hari air telah digunakan oleh 224 orang sebagai air baku untuk konsumsi sehari-hari. Penggunaan air rata-rata oleh masyarakat adalah 90,26 liter/hari/kapita. Air tersebut digunakan untuk minum, memasak, mandi, menyuci, minum hewan ternak, dan mengepel. Penggunaan air untuk minum adalah 2,8 liter/hari/kapita. Penggunaan air untuk memasak adalah 20,2 liter/hari/rumah tangga. Penggunaan air untuk mandi adalah 59,72 liter/hari/kapita. Penggunaan air untuk menyuci adalah 99,46 liter/hari/rumah tangga. Penggunaan air untuk mengepel adalah 14,37 liter/hari/rumah tangga. Penggunaan air untuk minum hewan ternak adalah 26,94 liter/hari/rumah tangga. Potensi mata air Hutan Wonosadi dapat dioptimalkan untuk mencukupi kebutuhan air baku penduduk terutama mereka yang belum menggunakan air tersebut
Wonosadi Forest is a natural forest managed by the community as a protected forest, to protect spring sources, protect the biodiversity of flora and fauna and protect from erosion and landslides. The forest has 3 springs that utilized for public as raw water for daily consumption and irrigation of agricultural land. These three springs are Rasah Springs, Blembem Springs, and Kalas Springs. This research aims to obtain information on minimum discharge average each springs, the amount and type of water use by the public. The results showed that all three springs have different minimum discharge average. The minimum discharge average of Rasah Spring is 0,3218 liters/sec. The minimum discharge average of Blebem Spring is 0,4904 liters/sec. The minimum discharge average of Kalas Spring is 0,395 liters/sec. The total of daily minimum discharge of the three springs are 1,2072 liters/sec or 104.302,93 liters/day. From the minimum discharge of all three springs, about 20.217,24 liters/day of water has been used by 224 people as raw water for daily consumption. The average of water usage by the public is 90,26 liters/day/capita. The water is used for drinking, cooking, bathing, wiping, drinking of pets and mopping. The use of water for drinking is 2,8 liters/day/capita. The use of water for cooking is 20,2 liters/day/household. The use of water for bathing is 59,72 liters/day/capita. The use of water for wiping is 99,46 liters/day/household. The use of water for mopping is 14,37 liters/day/household. The use of water for livestock drink is 26,94 liters/day/household. The Potential of Wonosadi Forest spring can be optimized to meet the raw water needs of people, especially for they who have not used it
Kata Kunci : Hutan Wonosadi, mata air, debit, penggunaan air