ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI PASAR TANAH NON PERUMAHAN DI KAWASAN PERKOTAAN YOGYAKARTA (KPY) KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
M. IMAM BINTORO, Prof. Tri Widodo, M.Ec.Dev., Ph.D.
2014 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis deskriptif dan faktorfaktor yang mempengaruhi nilai pasar non perumahan di KawasanPerkotaan Yogyakarta (KPY) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kabupaten Sleman dipilih dalam penelitian ini karena Kabupaten Sleman merupakan daerah yang sedang mengalami peningkatan bisnis properti tercepat disbandingkan kabupaten-kabupaten lain di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dengan data panel yang menggabungkan sekaligus unit observasi waktu (time series) dan kerat lintang (cross section). Dengan mengasumsikan tidak terdapat komponen yang spesifik baik pada cross section maupun urut waktunya, maka persamaan regresi data panel diestimasi dengan menggunakan metoda KuadratTerkecil Sederhana (Ordinary Least Squares). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa nilai tanah di Kecamatan Depok rata-rata mempunyai nilai tertinggi diantara lima kecamatan yang lain, disusul Kecamatan Ngaglik, Kecamatan Gamping, Kecamatan Sleman, Kecamatan Mlati dan Kecamatan Ngemplak. Tingginya nilai tanah di Kecamatan Depok dikarenakan kecamatan tersebut merupakan pusat pendidikan yang merupakan salah satu unggulan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Disamping itu, faktor-faktor yang secara umum mempengaruhi nilai pasar non perumahan di Kecamatan-Kecamatan yang berada di bawah Kabupaten Sleman antara lain luas tanah (Kecamatan Depok), lebar jalan (Kecamatan Gamping, Mlati, Sleman, Depok, Ngaglik), jarak dengan pusat bisnis (Kecamatan Gamping, Mlati, Sleman, Depok, Ngemplak).Secara keseluruhan, faktor-faktor umum yaitu luas tanah, lebar jalan dan jarak dengan CBD adalah sesuai dengan penelitian lain merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tanah non perumahan di KPY Kabupaten Sleman. Kontribusi dari penelitian ini adalah memberikan masukan kepada penilai (appraisal) untuk menggunakan luas tanah, lebar jalan dan jarak dengan CBD sebagai item-item penting dalam melakukan penyesuaian (adjustment) pada saat melakukan penilaian tanah di daerah Kabupaten Sleman. Penelitian ini juga bermanfaat bagi pengembang (developer) perumahan yang memilih lokasi di Kabupaten untuk memperhatikan faktor-faktor luas tanah, lebar jalan dan jarak dengan CBD pada saat memilih lahan yang akan dikembangkan menjadi perumahan. Disamping itu, hasil penelitian ini juga memberikan masukan bagi pemerintah daerah untuk mempertimbangkan pengaruh luas tanah, lebar jalan dan jarak dengan CBD dalam menentukan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)tanah. Kata kunci : Nilai tanah, Luas tanah, Lebar jalan, Jarak dengan CBD
This study aims to determine factors that affect the value of non-residential market in Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY), Sleman, Yogyakarta. Sleman district selected in this study because of Sleman Regency is an area that is experiencing the fastest increase in the real estate business compared to other districts in the province of Yogyakarta (DIY) This study uses descriptive and multiple regression analysis with panel data that combines observation unit at the same time/time series and cross section. Assuming there are no specific components both in cross section and time sequence, the regression equation is estimated using panel data methods with Ordinary Least Squares. The results of this study indicate that that the value of land in the district of Depok on average have the highest value among the five other districts, followed Ngaglik, Gamping, Sleman, District Mlati and Ngemplak. In addition, factors that generally affect the market value of non-residential sub-district in the district under the Sleman regency are vast land (subdistrict Depok), the width of the road (District of Gamping, Mlati, Sleman, Depok, Ngaglik), distance to business center (District of Gamping, Mlati, Sleman, Depok, Ngemplak). Overall, the general factors that vast land, road width and distance from the CBD is consistent with other studies are all factors that affect the value of non-residential land in KPY Sleman Regency. Contribution of this study is to provide input to the appraiser in using the vast land, the width of the road and the distance to the CBD as important items in making adjustmentat the time of valuation of land in Sleman regency. This study is also useful for developers who chose the location in a residential district to pay attention to the factors of vast land, the width of the road and the distance to the CBD at the time of choosing the land to be developed. In addition, the results of this study also provide input for local governments to consider the influence of land area, the width of the road and the distance to the CBD in determining the tax land. Keywords : Land value, vast land, the width of the road, distance to the CBD
Kata Kunci : Nilai tanah, Luas tanah, Lebar jalan, Jarak dengan CBD; Land value, vast land, the width of the road, distance to the CBD