JENJANG KARIR DAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN KESEHATAN
VERONICA WULAN DWI ASTUTI, Prof. dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D.
2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Perubahan politik di dunia telah mempengaruhi perubahan sistem pemerintahan secara internasional, termasuk pemerintahan di Indonesia di bidang kesehatan. Desentralisasi adalah salah satu dampak dari perubahan yang telah mempengaruhi organisasi dan restrukturisasi pegawai di Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dengan adanya perubahan tersebut memberikan dampak kepada Kementerian Kesehatan untuk berperan lebih penting jika dibandingkan dengan sebelum adanya desentralisasi. Kementerian Kesehatan memiliki fungsi yang sangat strategis dalam perencanaan dan penganggaran di sektor kesehatan nasional. Keberhasilan pembangunan kesehatan ditentukan oleh kualitas perencanaan dan penganggaran. Merumuskan kebijakan, kebijakan pelaksanaan dan kebijakan teknis di bidang kesehatan telah menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan. Oleh sebab itu, Kementerian Kesehatan harus sadar akan perkembangan internasional dan perubahan di berbagai sektor, termasuk reformasi birokrasi di sumber daya manusia. Kementerian Kesehatan harus memberikan perhatian serius terhadap sumber daya manusia karena menjadi faktor yang dapat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi, dedikasi dan loyalitas karyawan terhadap organisasi. Biro Perencanaan dan Penganggaran Kementerian Kesehatan memiliki fungsi perencanaan dan penganggaran nasional di bidang kesehatan. Maka, sangatlah penting untuk penempatan pegawai di tempat yang tepat dengan kualitas yang baik sesuai kebutuhan dan tinggi dedikasi, sehingga mereka dapat bekerja secara profesional. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Hasil keseluruhan menunjukkan komitmen organisasi karyawan rendah . Ada banyak perbedaan hasil dalam setiap kategori, tetapi hasil dari penelitian pada pegawai teknis cukup memberikan perhatian yang besar. Pada pegawai teknis ditemukan bahwa masih rendahnya pengembangan karir rendah dan perencanaan karir bagi mereka, sehingga banyak dari mereka merasa tidak mengetahui secara pasti jalur karir bagi mereka. Hasil Statistik menunjukkan bahwa pengembangan karir tidak akan memiliki hubungan signifikan terhadap komitmen organisasi jika dilakukan tanpa adanya kepuasan kerja. Tetapi, jika pengembangan karir dan kepuasan kerja dilakukan secara simultan maka sangati hubungan signifikan terhadap komitmen organisasi. Kesimpulan: perhatian yang lebih serius sangat diperlukan untuk meningkatkan komitmen organisasi pegawai dan mendapatkan pegawai yang profesional. Organisasi harus membuat suatu perubahan dalam perekrutan dan seleksi, baik pegawai negeri maupun pegawai honorer yang akan terpilih sebagai bagian dari organisasi. Kemudian harus ada perubahan budaya kerja dalam menilai kinerja karyawan harus dilakukan oleh manajer (eselon satu tingkat lebih tinggi) tanpa adanya intervensi hubungan kekeluargaan dan intervensi hubungan atau kepentingan lainnya. Kata kunci: Kementerian Kesehatan, Biro Perencanaan dan Penganggaran, Reformasi Birokrasi, sumber daya manusia, PNS, karir, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi
Background: Political changes in the world have influenced the governance changes internationally including the governance in Indonesia in health sector. Decentralism is one of the effects of the changes which had influenced the organization and the employee restructure in Ministry of Health (MOH). These changes make the MOH more important. MOH has very strategically functions in planning and budgeting in health sector nationally. The success of health development is determined by the quality of planning and budgeting. Policy formulation, policy of implementation and policy of technical in health sector have become MOH responsibility. For those, MOH should aware of the international development and the changes in many sectors, including the bureaucracy reformation in human resource. Organization should give serious attention to human resource because it becomes the factor that can influence to the achievement of organization’s goals, employees’ dedication and loyalty to the organization. Bureau of Planning and Budgeting of MOH has the function for planning and budgeting nationally in MOH. Therefore, it is important to staffing in the right place with the good quality as needed and high dedication, so they can work professionally. Research objectives: To find out the civil servant organizational commitment in Bureau of Planning and Budgeting through their career development and their job satisfaction. The civil servant has been divided in three categories: the echelons, technical, and administration employee. Research methods: The study used quantitative methods with cross sectional approach. Result: overall result indicates of low employees’ organizational commitment. There are many differences result in each category, but the result of technical employee has become the most attention. The result for technical employee shows that there is low career development and career planning for them, so many of them feel there is no exactly career pathways for them. Statistics result shows that without job satisfaction the career development has no significant relationship to organization commitment. But career development and job satisfaction simultaneously has significantly relationship to organization commitment. Conclusion: More serious attention is needed to increase the employee’s organization commitment and get the professional employees. The organization should make a reformation in recruitment and selection to the xi civil servant or the honorer empoyees who will be choosen as the part of the organization. Working culture in assessing employee’s performance should be done by managers (the echelons one level higher) without any politics, family or any other relationship interventions. Keywords: Ministry of Health, Bureau of Planning and Budgeting, Bureaucracy Reformation, human resource, civil servant, career, job satisfaction, and organization commitment.
Kata Kunci : Kementerian Kesehatan, Biro Perencanaan dan Penganggaran, Reformasi Birokrasi, sumber daya manusia, PNS, karir, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi; Ministry of Health, Bureau of Planning and Budgeting, Bureaucracy Reformation, human resource, civil s