HUBUNGAN PERSEPSI DENGAN PERAN DOKTER DALAM PELAYANAN MATERNAL DI PUSKESMAS KOTA YOGYAKARTA
LUCKY MUHAMMAD HATTA, Prof.dr. Laksono Trisnantoro MSc, Ph.D.
2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Survei Demografi dan Kesehatan (SDKI) 2012 menunjukkan bahwa 83% kelahiran di Indonesia dibantu oleh tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan terampil didefinisikan sebagai Sp.OG, dokter, perawat atau bidan. Ada sekitar 55.000 dokter di Indonesia dan 15.000 spesialis, di antaranya 2.100 adalah Obgyn (World Bank, 2009). Data juga menunjukkan bahwa dokter secara keseluruhan menolong persalinan kurang dari 10% setelah meningkat pada periode 1987-2002, persalinan dokter menurun pada tahun 2002 (BPS, SDKI 2007). Data terbaru tetap menunjukkan penurunan dalam utilisasi dokter, hanya sebesar 1% (BPS, SDKI 2012). Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran dokter umum dalam pelayanan maternal di Puskesmas, persepsi dan opini mereka terhadap pelayanan maternal. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain mixed method melalui pendekatan cross sectional. Pengumpulan data kuantitatif dengan kuisioner terhadap 36 dokter (53%) dari populasi 68 dokter di 18 Puskesmas Kota Yogyakarta sebagai responden. Peran dokter diukur dengan menggunakan variabel persepsi pada regulasi, persepsi pada sumber daya/peralatan, dan persepsi pada beban kerja. Pengambilan data kualitatif dari dokter, Sp.OG dan Bidan dilakukan pada opini mereka terhadap peran dokter dalam pelayanan maternal di Puskesmas. Hasil Penelitian Kuantitatif: 8.3% responden baik dalam kriteria pelayanan maternal, 47.2% cukup baik, dan 44.4% kurang baik. Pada variabel sumberdaya/peralatan 52.8% responden menyatakan bahwa sumberdaya/peralatan yang diperlukan untuk memberikan pelayanan maternal masih kurang lengkap di Puskesmas mereka, 25% menilai sumberdaya/peralatan cukup lengkap, dan 22.2% lengkap. Pada Persepsi beban kerja, 55.6% responden berpendapat beban kerja mereka di Puskesmas ringan, sementara 44.4% berpendapat beban kerja mereka sedang, dan 0% yang berpendapat beban kerjanya berat. Persepsi 72.2% dokter terhadap regulasi sangat kurang atau rendah, persepsi 22.2% responden terhadap regulasi cukup baik, dan baik 5.6%. Hasil Penelitian Kualitatif: Dokter tidak pernah melakukan pemeriksaan ANC, INC, dan PNC di Puskesmas, dan hanya sebagai koordinator Tim PONED. Kesimpulan: Penyebab menurunnya peran dokter dalam maternal di Puskesmas Kota Yogyakarta karena dibatasi oleh regulasi pemerintah, persepsi peran dan kompetensi klinis dokter yang buruk karena pre-service training dan in-service training deficit, remunerasi yang tidak memadai, dan kurangnya definisi peran sebagai implikasi dari kebijakan SDM kesehatan oleh pemerintah dalam maternal neonatal. Kata Kunci: Dokter Puskesmas, Pelayanan Maternal Puskesmas, Peran dokter, Persepsi dokter, Opini dokter, dokter
Background: Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS) 2012 showed that 83% births on Indonesia assisted by skilled birth attendant. Skilled birth attendant defined as Obstetrician, physician, nurse or midwife. There are about 55,000 physicians and 15,000 specialists in Indonesia, which 2,100 are Obstetricians (World Bank, 2009). The data showed that overall physicians birth attending less than 10% after increase in the period 1987-2002 , and declined in 2002 (BPS, IDHS 2007) . Recent data showed physician’s utilization only 1% (BPS, IDHS 2012). Objective: to examine physician’s role in maternal care on Puskesmas, their perceptions and opinions on maternal care. Methods: a descriptive analytic design through a mixed method by cross sectional approach. Quantitative data collection by questionnaire to 53% of physician’s population on 18 Puskesmas as respondents on Yogyakarta City. The physician’s role stately by perception of regulation, perception of resources/equipment, and perception of workload as variables. Qualitative data retrieved from midwife and obstetrician performed on their opinion of physician's role in maternal care on Puskesmas. Quantitative Results: 8.3% of respondents good in criteria, 47.2% is quite good, and 44.4% unfavorable. In the variable resource / equipment 52.8 % of respondents stated that the resources / equipment necessary to provide maternal care is still not complete in their Puskesmas, 25% rate the resource / equipment is quite complete , and 22.2% complete . In Workload Perception, 55.6% of respondents believe their workload at the Puskesmas is thin, while 44.4 % thought their workload was generous. Perception of regulation 72.2% physicians are very less or lower, 22.2% of respondent’s perception is quite good, and 5.6% good. Qualitative Results: Physicians never do assessment for ANC, INC and PNC, and “stand-in†as coordinator of BEONC Team only. Conclusion: The physician’s role in maternal has decreased in Yogyakarta’s Puskesmas initiated by government regulation, role perception of the clinical competence by pre-service training and in-service training deficit effects, insufficiency remuneration, lack of role definition by HR policies outcomes on maternal neonatal care. Keywords: Physician’s Puskesmas, Maternal Care in Puskesmas, Physician’s Role, Physician’s Perception, Physician’s Opinion
Kata Kunci : Dokter Puskesmas, Pelayanan Maternal Puskesmas, Peran dokter, Persepsi dokter, Opini dokter, dokter; Physician’s Puskesmas, Maternal Care in Puskesmas, Physician’s Role, Physician’s Perception, Physician’s Opinion