Laporkan Masalah

MALDISTRIBUSI TENAGA KESEHATAN DI KABUPATEN ASMAT PROVINSI PAPUA

ALIX BOUDEWYN AJAMISEBA, dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes, Ph.D.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Ketersediaan tenaga kesehatan berkualitas dalam jumlah memadai penting bagi pembangunan kesehatan yang lebih baik di daerah. Karena itu, distribusi tenaga kesehatan yang baik dibutuhkan agar masyarakat daerah dapat menikmati pelayanan kesehatan secara lebih baik. Tujuan Penelitian:Penelitian ini bertujuan menganalisis maldistribusi tenaga kesehatan yang terjadi di Kabupaten Asmat. Metode: Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan teknik survei dan wawancara mendalam. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan kebijakan distribusi tenaga kesehatan di Kabupaten Asmat dilaksanakan untuk memeratakan tenaga kesehatan, baik dokter, bidan maupun perawat di seluruh distrik yang ada. Pelaksanaan distribusi ini belum berjalan baik karena masih terbatasnya jumlah dan kualitas tenaga kesehatan yang harus didistribusikan dan karena tendensi tenaga kesehatan yang lebih memilih bekerja di kota daripada di pedalaman. Kondisi ini mengakibatkan maldistribusi tenaga kesehatan di seluruh distrik. Ada dua fenomena maldistribusi tenaga kesehatan di Kabupaten Asmat, yaitu maldistribusi vertikal, mengacu pada ketidakseimbangan penyebaran tenaga kesehatan di antara posisi-posisi vertikal dari level Dinas Kesehatan sampai Puskemas, serta Pustu dan Polindes, dan maldistribusi horisontal, yang mengacu pada kondisi dari ketidakseimbangan penyebaran tenaga kesehatan di antara distrik-distrik yang ada di Kabupaten Asmat. Masalah maldistribusi vertikal berhubungan dengan ketidaksesuaian dengan latar belakang profesi atau bidang spesialisasi, tidak adanya SK penunjukan/ pengangkatan dan penempatan kerja yang relatif jelas, ada oknum pejabat daerah yang menitipkan tenaga kesehatan di area kerjanya, ada tenaga kesehatan yang menduduki posisi tertentu melalui jalur titipan pejabat, dan ada tenaga kesehatan yang pindah dari distrik yang lain ke Agats karena kedekatan dengan pejabat. Maldistribusi horisontal berhubungan dengan kesenjangan distribusi tenaga kesehatan di antara distrik Agats dan distrik lain. Maldistribusi ini terjadi akibat ada perpindahan tenaga kesehatan dari distrik lain ke atau lebih dekat dengan Agats, karena agar mereka lebih mendekati perkotaan, jarak tempuh antara kota dan tempat kerjanya sangat jauh, medan kerjanya dalam melayani masyarakat sangat sulit, sulit diaksesnya fasilitas kesehatan daerah, gaji atau tunjangan tidak memadai, tidak ada fasilitas pengembangan karir dan tidak ada fasilitas pendidikan dan pelatihan. Kesimpulan: Pelaksanaan kebijakan distribusi tenaga kesehatan yang baik belum bisa terwujud di Kabupaten Asmat karena ketidaktepatan penempatan tenaga kesehatan yang menimbulkan maldistribusi vertikal dan kurangnya insentif yang mendorong perpindahan tenaga kesehatan dari distrik yang jauh dari kota ke distrik yang lebih dekat Agats atau bahkan di distrik Agats, yang berdampak pada terjadinya maldistribusi horisontal. Kata Kunci: SDM kesehatan, kebijakan distribusi, masalahmaldistribusi tenaga kesehatan

Background: The sufficient availability of quality health personnel is important for better health development in region. Therefore, the good distribution of health personnel is necessary in order that communities can enjoy better health services. Objective: The aim of this study is to find out the implementation of health personnel distribution as well as to analyze the maldistribution of health personnel and factors that influence it in Asmat Regency. Method: The study was conducted using a qualitative method by survey and in-depth interview techniques. The data collected are analyzed by using a descriptive qualitative technique. Result: Results of the result show that the policy on the distribution of health personnel in Asmat Regency is implemented to evenly distribute health personnel, for doctors, midwives and nurses in all districts. The distribution is not done well because there are still limited number and quality of healh personnel that should be distributed and the tendency of health tendency to more choose to work in the town than in village. This condition caused the maldistribution of health personnel in all districts.There are two phenomenon in maldistribution of health personnel in Asmat Regency, i.e. vertical maldistribution, referring to the imbalance in the distribution of health personnel among vertical positions from the level of Sub-Department of Health to the Public Health Center, as well as the Asistant Public Health Center and Polindes, and horizontal maldistribution, referring to condition of the imbalance in the distribution of health personnel among districts in Asmat Regency. Vertical maldistribution problems were associated with noncompliance with professional background or the fields of specialization, the absence of SK designation/appointment and job placement are relatively clear, there are officers who left the area of health personnel in the work area, there are health personnel who occupy certain positions through the official custodian, and there are health personnel who moved from another district to Agats because of the proximity to the officials. Horizontal maldistribution issues related to health disparities in the distribution of power between Agats district and other districts. Maldistribution is due to transfer of health personnel from other districts to or closer to Agats, because they are closer to urban areas, the distance between the town and the place of work so far, field work in serving the community very hard, difficult area accessible health facilities, salaries or inadequate benefits, no facilities and no career development education and training facilities. Conclusion: The implementation of policy on the good distribution of health personnel cannot be realized in Asmat Regency because of inappropriateness in job placement for health personnel causing vertical maldistribution and lack of incentive making to health personnel moving from far districts to urban areas near Agats District or even in Agats District, causing the horizontal maldistribution. Keywords: Health resources, distribution policy, the maldistribution of health personnel

Kata Kunci : SDM kesehatan, kebijakan distribusi, masalahmaldistribusi tenaga kesehatan; Health resources, distribution policy, the maldistribution of health personnel


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.