PENGARUH TINGKAT KERAPATAN TEKI (Cyperus rotundus L.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA HABITUS WIJEN (Sesamum indicum L.)
ANJARINI PRANESTI, Ir. Rohlan Rogomulyo, M.P; Ir. Sriyanto Waluyo, M.Sc
2014 | Skripsi | AGRONOMIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kerapatan teki terhadap pertumbuhan dan hasil wijen bercabang dan tidak bercabang. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Tridharma, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada yang berlokasi di Banguntapan, Bantul dari bulan September 2013 sampai Februari 2014. Rancangan percobaan yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial. Faktor pertama tingkat kerapatan teki yang mempunyai empat aras, yaitu teki tanpa wijen, tingkat kerapatan rendah (20 umbi per 961,625 cm2), tingkat kerapatan sedang (40 umbi per 961,625 cm2), dan tingkat kerapatan tinggi (60 umbi per 961,625 cm2) sedangkan faktor kedua jenis tanaman wijen yang mempunyai tiga aras, yaitu tanaman wijen tanpa teki, tanaman wijen bercabang, dan tanaman wijen tidak bercabang. Semakin tinggi kerapatan teki semakin menghambat pertumbuhan dan meningkatkan kehilangan hasil wijen bercabang dan tidak bercabang. Teki dengan tingkat kerapatan rendah menyebabkan kehilangan hasil biji per tanaman wijen bercabang (20,50%) dan wijen tidak bercabang (51,38%). Teki dengan tingkat kerapatan sedang menyebabkan kehilangan hasil biji per tanaman wijen bercabang (32,00%) dan wijen tidak bercabang (52,17%). Teki dengan tingkat kerapatan tinggi menurunkan hasil biji per tanaman wijen bercabang (32,48%) dan tanaman wijen tidak bercabang (72,64%). Tanaman wijen tidak bercabang lebih peka terhadap kerapatan teki dibandingkan dengan tanaman wijen tidak bercabang.
This research proposed to determine effect of purple nutsedge density level on growth and yield of branched and unbranched sesame. This research had been done at Kebun Percobaan Tridharma, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, located in Banguntapan, Bantul from September 2013 till February 2014. The experimental design was used Randomized Complete Block Design factorial. The first factor was purple nutsedge density with four levels of treatments. There were purple nutsedge without sesame, low density level (20 tubers per 961,625 cm2), medium density level (40 tubers per 961,625 cm2), and high density level (60 tubers per 961,625 cm2). The second factor was various plant of sesame with three treatments. There were sesame without purple nutsedge, branched sesame, and unbranched sesame. The higher the density of purple nutsedge inhibited growth sesame and caused loss of yield increasingly on branched and unbranched sesame. The low density of purple nutsedge caused loss of yield per plant on branched sesame (20,50%) and unbranched sesame (51,38%). The medium density of purple nutsedge caused loss yield per plant on branched sesame (32,00%) and unbranched sesame (52,17%). The high density of purple nutsedge caused loss of yield per plant on branched sesame (32,48%) and unbranched sesame (72,64%). The unbranched sesame is more sensitive density of purple nutsedge than the branched sesame.
Kata Kunci : sesame, Cyperus rotundus L, density, competitive