Laporkan Masalah

Pusat Rehabilitasi Anak Tuna Daksa di Gunungkidul Perancangan dengan Konsep Healing Environment

ADINDA MARSITA PUTRI, Harry Kurniawan, S.T. M.Sc.

2014 | Skripsi | ARSITEKTUR

Setiap penyandang cacat mempunyai kesamaan kesempatan dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan. UU RI Nomor 4 Tahun 1997 Tentang Penyandang Cacat pasal 9 Jumlah Anak dengan Kedisabilitasan (ADK) di Kabupaten Gunungkidul tercatat sebagai jumlah terbanyak di Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun jumlah ini tidak didukung dengan adanya fasilitas pusat rehabilitasi. Fasilitas rehabilitasi yang telah ada di DIY yakni Pusat Rehabilitasi cacat Tubuh YAKKUM dan Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD) belum mampu menampung jumlah ADK di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pusat Rehabilitasi Anak Tuna Daksa di Gunungkidul ini berfungsi untuk membantu proses rehabilitasi anak tuna daksa yang berusia 0,5 sampai 13 tahun yang berada di Kabupaten Gunungkidul dan sekitarnya dengan kegiatan rehabilitasi berupa rehabilitasi medik, psikososial dan pendidikan. Penerapan Konsep Healing Environment berfungsi untuk menciptakan suasana tenang dan nyaman sehingga dapat membantu berlangsungnya proses rehabilitasi. Konsep ini mencakup unsur tata ruang dalam dan luar. Elemen tata ruang dalam mencakup pemilihan warna, pencahayaan, penggunaan tekstur dan material ruang-ruang yang memiliki view dominan ke alam.

"Every handicapped person has an equal chance in every aspect of life and living" UU RI Nomor 4 Tahun 1997 Tentang Penyandang Cacat pasal 9 The number of handicapped person in Gunung Kidul region are the highest amongst all region of Yogyakarta. However this number is not supported by the number of rehabilitation facility. There are some rehabilitation center in Yogyakarta such as YAKKUM and Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BPRTD), but these two rehabilitation aren't enough for handicapped person in Yogyakarta province. The purpose of a rehabilitation center for handicapped children in Gunung Kidul is helping child, between 0.5 - 13 years old, to get the help they need. The rehabilitation conducted are by means of medical, education, and psychosocial. This rehabilitation center use Healing Environment concept to conduct their rehabilitation process. This concept consist of inside and outside spatial elements. Inside spatial elements consist of color, lighting, texture usage, and room material which dominated by a view to nature.

Kata Kunci : Pusat rehabilitasi, anak tuna daksa, Healing Environment


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.