Dinamika Pengelolaan Pasar Seni dan Kerajinan XT Square Dalam Mewadahi Akses Pemasaran Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Di Kota Yogyakarta (Studi pada Pasar Seni dan Kerajinan XT Square Yogyakarta)
AFRA RAHMANIDA, Dr. Hempri Suyatna, M.Si
2014 | Skripsi | ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)INTISARI Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu usaha yang banyak diminati dan dikembangkan oleh masyarakat di Indonesia. Seperti halnya di Kota Yogyakarta, banyak masyarakat Kota Yogyakarta yang menjadi pelaku UMKM. Namun para pelaku UMKM ini masih sering menghadapi beberapa kendala dalam mengembangkan usaha, salah satunya adalah kendala dalam akses pemasaran. Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan pembangunan Pasar Seni dan Kerajinan XT Square. Salah satu tujuan pembangunan XT Square ini adalah menjadi suatu wadah pemasaran yang dapat menampung produk-produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM di Kota Yogyakarta. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika pengelolaan Pasar Seni dan Kerajinan XT Square dalam mewadahi kepentingan akses pemasaran pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Penelitian ini dilakukan di Pasar Seni dan Kerajinan XT Square yang terletak di Jl. Veteran, Pandean, Umbulharjo, Yogyakarta. Adapun pengambilan informan menggunakan purposive sampling, informan dalam penelitian ini berjumlah 18 orang, terdiri dari 3 pengelola XT Square, 9 pelaku UMKM di XT Square, 4 pengunjung XT Square, Anggota DPRD Komisi B, dan pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dinamika pengelolaan XT Square dalam mewadahi akses pemasaran pelaku UMKM masih kurang maksimal. Terdapat kelemahan pengelola dalam melaksanakan proses rekrutmen pelaku UMKM, dimana perbandingan jumlah pedagang dan pelaku usaha baru lebih banyak dari pengrajin. Hal ini menunjukan bahwa XT Square belum mampu menjadi wadah yang tepat bagi pelaku UMKM di Kota Yogyakarta, khususnya untuk para pengrajin. Kebijakan-kebijakan dan usaha-usaha yang dilakukan oleh pengelola hanya bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan XT Square dan tidak berdampak pada peningkatan penjualan pelaku UMKM. Hal tersebut dapat dilihat dari kurangnya usaha pengelola dalam memasarkan produk kerajinan pelaku UMKM di XT Square, dimana dalam melakukan promosi pengelola lebih banyak mempromosikan hiburan yang ada di XT Square untuk meningkatkan jumlah pengunjung daripada mempromosikan produk kerajinan pelaku UMKM di XT Square. Keberadaan XT Square belum memberikan dampak yang begitu besar bagi pelaku UMKM, dimana tidak terjadi peningkatan omzet dan perkembangan usaha seperti yang diharapkan. Hal ini dikarenakan pengunjung yang tidak potensial, dimana pengunjung yang datang hanya tertarik untuk mencari hiburan dan kurang tertarik berbelanja produk-produk kerajinan. Dengan begitu, usaha yang dilakukan oleh pengelola selama ini lebih kepada mengejar kuantitas daripada kualitas.
ABSTRACT Micro Small and Medium enterprises (UMKM) are one of business which are demand and developed by the people in Indonesia. As in Yogyakarta, many people in here are become UMKM seller. However this UMKM seller is still face some of problem to development this business, one of the problem is access of marketing. The solution to face this problem is the government of Yogyakarta have to build the art and craft XT square. One of the purpose build it is to make a market place to accommodate the products which are produced by the people of UMKM seller in Yogyakarta. According with this research has purpose to know how the management dynamic of art and craft XT square to accommodate access market necessity UMKM in Yogyakarta. Method which is used in this research is qualitative method with approach is analysis descriptive. This research is undertaken in art and craft XT Square which is locate in Jl. Veteran, Pandean, Umbulharjo, Yogyakarta. As regard to take informant use purposive sampling, the informant from this research have 18 people, they are the management of XT Square have 3 people, from UMKM seller in XT square are 9 people, the visitor of XT square are 4 people, cadre of DPRD komisi B, and last is from Department of Industry, Trade, Cooperatives and Agriculture (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta. Technic of collecting data uses observation, interview and documentation. Result of this research is to show that the dynamic of management in XT Square to accommodate UMKM access market is not maximum. In this program has weakness in managing recruitment process UMKM seller, it is caused the comparison between amount of the seller and new seller are more much than craftsmen. It can show that XT Square is not able become the true place from UMKM seller in Yogyakarta city, especially for craftsmen. Policies and business which is done by the management just to increase amount of visitor in XT Square and it is not impact to increase UMKM seller. It can be shown by lessening business manager to share craft product of UMKM seller in XT Square, the manager have to promote entertainment in XT Square to increase amount of visitor than promote the craft product of UMKM seller in XT Square. Existence of XT Square is not give good impact for UMKM seller, because it not give increasing profit and development which is expected. It is caused the visitor is not potential, they more interest to find entertainment than buy the craft product. In this way, the effort is done by management until now is just find quantity than quality.
Kata Kunci : Kata Kunci : Pengelolaan, Akses Pemasaran, Pelaku UMKM