Hubungan Kunjungan Ahli Gizi Dan Asupan Makan Terhadap Status Gizi Pasien Rawat Inap Di RSUD Sleman
MEILINDA NUR EDITASARI K, Dr. Susetyowati, DCN., M. Kes; dr. I Dewa Putu P., Sp. PD-KGer
2014 | Skripsi | GIZI KESEHATANLatar Belakang : Malnutrisi merupakan salah satu permasalahan gizi di Rumah Sakit. Malnutrisi terjadi dikarenakan asuhan gizi yang kurang baik. Kunjungan ahli gizi merupakan suatu upaya melakukan asuhan gizi diketahui mempengaruhi asupan makan dan status gizi pasien secara tidak langsung. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kunjungan ahli gizi dan asupan zat gizi terhadap status gizi pasien rawat inap di RSUD Sleman. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional, studi nested case control. Sampel penelitian ini adalah pasien dewasa yang dirawat inap di bangsal pengakit dalam dan syaraf RSUD Sleman. Berusia diatas 18 tahun, sadar, tidak mendapat makanan parenteral total, kooperatif, dan tidak asites/edema. Data yang dikumpulkan adalah data asupan zat gizi pasien menggunakan metode Comstock dan recall 24 jam serta status malnutrisi berdasarkan Index Massa Tubuh (IMT). Sedangkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan dilakukan analisis statistik Chi Square program SPSS. Hasil : Tidak adanya kunjungan ahli gizi dan frekuensi kunjungan ahli gizi yang tidak memadai memberikan risiko 1.9 kali untuk terjadinya malnutrisi (OR 1.9 p>0.05). Kunjungan ahli gizi tidak lengkap berisiko 0.5 kali untuk mengalami malnutrisi (OR 0.5 p>0.05). Asupan Energi yang kurang memberikan risiko 1 kali (OR 1.0 p>0.05) dan asupan protein yang kurang memberikan risiko 1.3 kali untuk malnutrisi (OR 1.3 p>0.05). Pasien yang tidak mendapat kunjungan ahli gizi berisiko 4.3 kali memiliki asupan energi yang kurang (OR 3.7 p<0.05). Kunjungan ahli gizi <2 kali berisiko memiliki asupan energi kurang sebesar 0.8 kali (OR 0.8 p>0.05). Pasien yang tidak mendapat kunjungan ahli gizi berisiko 3.7 kali memiliki asupan protein yang kurang (OR 3.7 p<0.05). Kunjungan ahli gizi <2 kali berisiko memiliki asupan protein kurang sebesar 0.6 kali (OR 0.6 p>0.05). Kesimpulan : Kunjungan ahli gizi dan asupan zat gizi tidak terbukti memiliki hubungan terhadap status gizi pasien rawat inap.
Background : Malnutrition was one of nutritional problem in hospital. Malnutrition occurs due to poor nutritional care. Dietitian visit was an attempt to do nutritional care which known to influence nutritional intake and nutritional status indirectly. Objective : The Objectives of this study was to assess correlation between dietitian visit and nutrient intake to nutritional status of patient during health care in RSUD Sleman. Study Design : This was observational with nested case control study design. Subjects were inpatients of internal and neurology unit in RSUD Sleman. They were all adult, in consciousness condition, not given total parenteral, cooperative and not ascites/oedem. Food data were obtained using Comstock methods dan 24 hours recall, while nutritional status were measured using Body Mass Index (BMI). The correlation was analyzed by chi square test wit SPSS. Result : The absence of dietitian visits and inadequate frequency of dietitian visits experts give 1.9 times higher risk for the occurrence of malnutrition (OR 1.9 p>0.05). Incomplete nutritionist visits 0.5 times risk for malnutrition (OR 0.5 P> 0.05). Inadequate energy intake experts give 1 times higher risk (OR 1.0 p>0.05) and inadequate protein intake experts give 1.3 times higher risk for the occurrence of malnutrition (OR 1.3 p>0.05). Patients who didn't received dietitian visit risk 4.3 times less energy intake (OR 3.7 P <0.05). Dietitian visit <2 times the risk of having less energy intake by 0.8 times (OR 0.8 P> 0.05). Patients who didn't received dietitian visit risk 3.7 times less protein intake (OR 3.7 P <0.05). Dietitian visit <2 times the risk of having less protein intake of 0.6 times (OR 0.6 P> 0.05). Conclusion : Dietitian visit and frequency of dietitian visit were not proved have correlation with nutritional status of patients during health care.
Kata Kunci : Kunjungan Ahli Gizi, Asupan Zat Gizi, Status Gizi