LUMPUHNYA FUNGSI INSTITUSI LOKAL (Studi Kasus Lumpuhnya Fungsi Institusi Lokal Kelompok Kandang Satwa Mulya Dusun Paten Sumberagung Jetis Bantul dalam Pemenuhan Kebutuhan Anggota)
TRI PUSPITASARI, Dr. Hendrie Adji Kusworo, M.Sc.
2014 | Skripsi | ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)INTISARI Kehidupan masyarakat selalu berseberangan dengan masalah sosial. Oleh karena itu, masyarakat saling gotong royong untuk menanggulanginya. Dalam merespon masalah kebersihan lingkungan dan kebutuhan anggota, warga peternak Dusun Paten membentuk institusi lokal bernama Kelompok Kandang Satwa Mulya. Pada awalnya institusi ini begitu aktif dengan ditandai beragam kegiatan anggota seperti gotong royong, ronda, peringatan hari kemerdekaan, dan lain-lain. Namun, seiring berjalannya waktu kelompok kandang mengalami kelumpuhan fungsi yang ditandai dengan tidak lagi dilaksanakan kegiatan-kegiatan untuk memenuhi kebutuhan anggota dan pudarnya kesatuan anggota serta konflik. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif dilakukan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan kelompok kandang mengalami kelumpuhan fungsi. Peneliti pun melakukan pendekatan studi kasus untuk mengetahui faktor yang telah memengaruhi tersebut. Adapun penelitian dilakukan secara informal dan formal. Penelitian informal dilakukan sejak peneliti melaksanakan KKN tahun 2013. Usai KKN peneliti masih beberapa kali meninjau daerah lokasi untuk sekadar berinteraksi dengan warga Dusun Paten. Begitu proposal selesai dan mendapatkan surat izin, penelitian baru dilaksanakan secara formal. Dari hasil penelitian dan interaksi peneliti dengan warga Dusun Paten selama ini, telah diketahui beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kelumpuhan fungsi pada kelompok kandang. Faktor pertama berasal dari sumber-sumber dalam kelompok kandang. Adapun yang termasuk sumber-sumber dalam kelompok adalah motivasi, sumber daya anggota, sumber daya pengurus, sumber dana, dan modal sosial. Sumber-sumber tersebut mengalami penurunan sehingga memengaruhi berkurangnya tindakan anggota kelompok kandang. Faktor kedua berasal dari bagaimana cara kelompok kandang itu dijalankan. Hal-hal yang termasuk dalam faktor kedua ini antara lain bagaimana aturan dijalankan, bagaimana pengurus melaksanakan tanggungjawabnya pada kelompok, bagaimana gotong royong dijalankan, dan bagaimana solidaritas yang terbentuk dalam kelompok kandang. Beberapa aturan mulai tidak ditaati. Pengurus tidak memberikan contoh yang baik sehingga gagal menjadi tokoh teladan bagi anggota. Gotong royong tidak dilakukan sebagaimana mestinya. Semua kegiatan kelompok kandang baru berjalan jika ada stimulan dana. Faktor ketiga berasal dari kondisi eksternal kelompok kandang. Termasuk di dalamnya adalah modal sosial di Dusun Paten. Modal sosial kampung tanpa disadari justru melemahkan modal sosial yang dimiliki oleh kelompok kandang. Ada beberapa kegiatan kelompok kandang yang dilaksanakan dalam waktu yang sama dengan kegiatan kampung. Pada akhirnya kegiatan kelompok kandanglah yang dikorbankan. Tiga kategori faktor itulah yang memengaruhi kelumpuhan fungsi kelompok kandang. Adanya tiga faktor itu membuat kelompok kandang berjalan tanpa kegiatan. Selain itu, akibat yang ditimbulkan adalah hubungan antaranggota yang sudah renggang dan dipenuhi konflik.
ABSTRACT Public life is always crossing with social problem. Hence, gotong royong become there to solve their social problem. Cleanliness in responding to the problem of the environment and the need for members, Dusun Paten has a local institutions named Kelompok Kandang Satwa Mulya. At the beginning, this institution was so active with marked various activities for members as gotong royong, ronda, celebrating independence day, and others. However, as a function of time a group of home felt paralysis function characterized by no longer held activities to meet the needs of the membership and decrease unity members as well as conflict. This research is using qualitative methods. A method of qualitative is conducted to determine the causes of the paralyzing of Kelompok Kandang Satwa Mulya. This research is using case study approach to identify the factors that has been much affected. The research has been done informally and formal. Informal research were doing the research since the researcher were joining Kuliah Kerja Nyata (KKN)in 2013. After joining KKN, researcher is still visiting the location just to interact with the residents of Dusun Paten. Soon after the proposal of the research already done, the researcher begun with the formal research. From the result of the research and from the interaction of researcher with the residents of Dusun Paten so far, it had been known some factors which causing the paralysis function in Kelompok Kandang Satwa Mulya. First factor derived from sources in Kelompok Kandang Satwa Mulya. The resources is including motivation, member resources, resources of the management, the sources of funds, and social capital. Decreasing sources affected the act of members of the Kelompok Kandang Satwa Mulya. The second factor derived from how this Kelompok Kandang Satwa Mulya is executed. Things that included in the second factor is among others how rules executed, how member of the discharge their responsibility to the collective, how gotong royong executed, and how solidarity formed in the cage. Some rules started to disobey. Management doesn�t give good example figure so that failing to be a good example for members. Gotong royongnot done as it should be. All group activity will be well running if there ' s a stimulant of funds. Third factor derived from the external conditions group of the cage. Including in it, the social capital in Dusun Paten. Social capital of Dusun Paten unwittingly even weaken social capital that is owned by a group of the cage. There are several group activity an enclosure that is carried out in the same time with activity of kampung. At the end the activity of Kelompok Kandang Satwa Mulya were being sacrificed. Those three categories are the main factors that give an paralyze effect to KK The presence of three factors that make up the gorup run without activities. In addition, due to inflicted relationships of member, it has been tenuous and filled with conflict.
Kata Kunci : Kata kunci: Institusi Lokal, Fungsi, Tujuan, Modal Sosial