Laporkan Masalah

Tingkat Keberlanjutan Permukiman Di Tepian Sungai Gajah Wong Kecamatan Kotagede Yogyakarta

ABRAHAM BHASKARA SINGGIH, Retno Widodo, S.T., M.Sc.

2014 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Salah satu karakter perkembangan kota-kota besar pada saat ini adalah munculnya permukiman masyarakat marjinal ditepian sungai. Berdasarkan PP no. 38 tahun 2011 pemanfaatan lahan tidak diperkenankan pada area bantaran sungai dan sempadan karena dapat mengganggu fungsi sungai. Masalah ini menimbulkan ancaman terjadinya degradasi kualitas lingkungan dan bahaya bagi penghuni permukiman itu sendiri. Meskipun kondisi saat ini masyarakat dapat menetap pada kawasan tepian sungai, namun terdapat keraguan bagaimanakah tingkat keberlanjutan permukiman tersebut dan apakah telah selaras dengan peraturan pemerintah yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keberlanjutan dari permukiman tepian sungai itu sendiri apabila dilihat dari aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan deduktif kuantitatif dengan unit analisis berupa unit rumah yang terdapat di kawasan tepian sungai Gajah Wong, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta. Dari unit analisis diambil data mengenai 16 variabel yang mewakili aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara menggunakan kuisioner. Pengambilan 94 sampel dilakukan berdasarkan strata secara acak pada fisik tepian sungai yakni area bantaran sungai, tanggul sungai, dan area penguasaan sungai. Analisis data dilakukan secara kuantitatif, dengan teknik skoring, analisis diskriminan, dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukan permukiman di tepian sungai Gajah Wong Yogyakarta berada pada tingkat kurang berkelanjutan. Dari 16 variabel yang dianalisis menggunakan teknik analisis diskriminan, terdapat 9 variabel yang berpengaruh. Diantara 9 variabel tersebut, variabel yang paling berpengaruh yakni (1) variabel penggunaan lahan sebagai ruang terbuka, serta (2) variabel kapasitas ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energi listrik. Dari 94 unit rumah dilakukan pentipologian berdasarkan tingkat keberlanjutan menjadi 8 kelompok yang juga menggambarkan gradasi tingkat keberlanjutan selaras dengan jarak rumah terhadap sungai.

One of the character in big cities development nowadays is about the settlement of marginalized community in riverside areas. Based on Government Act Number 38 Year 2011, activity is restricted in riverbank areas because it can disrupt the function of the river. This problem can lead to the other threats such as degradation of environmental quality and danger to the residents. Although the community can settle in riverside areas today, there are some hesitations about the sustainability level of those settlements and how it suits with the act. This research is aimed to measure the sustainability level of settlement in riverside areas when it is viewed from environmental aspect, social aspect, and economic aspect. This research used deductive-quantitative approach focusing on the houses along Gajah Wong riverside, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta. There were 16 variables from environmental, social and economic aspect. The data were obtained through observation and household interview using questionnaire. The samples were chosen using stratified random sampling on three strata, which were riverbank areas, bank areas of river, and river controlled areas. There were 94 respondents. The data were statistically analyzed using scoring, discriminant analysis and crosstab. This research shows that the sustainability level of settlement along Gajah Wong riversides is low at all of its aspect. Of 16 variables analyzed, there are nine aspects which affect the sustainability level. The most affecting factors are (1) the use of land as open space, and (2) the economic capacity of the community to meet the electricity needs. Based on the sustainability level, 94 houses can be classified into eight typologies which show that the sustainability level is aligned with the distance to river.

Kata Kunci : tingkat keberlanjutan, permukiman, tepian sungai


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.