Laporkan Masalah

Pengaruh Perlakuan Tunggal Zat Pengatur Tumbuh IAA, NAA, atau Root-Up terhadap Pacuan Induksi Akar Stek Pucuk Jati (Tectona grandis Linn. f.)

ABID ZULFIKAR, Dr. Kumala Dewi, M.Sc., St.

2014 | Skripsi | BIOLOGI

Tanaman jati (Tectona grandis Linn. f.) merupakan salah satu jenis tanaman yang mempunyai kualitas kayu yang sangat bagus, banyak diminati untuk bahan furnitur maupun alat rumah tangga lainnya, dan memiliki permintaan pasar yang sangat tinggi. Seiring berjalannya waktu dan pesatnya perkembangan industri kayu, maka kebutuhan permintaan kayu jati juga semakin meningkat dengan tajam. Salah satu upaya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah perbanyakan jati secara vegetatif dengan stek pucuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan tunggal zat pengatur tumbuh IAA, NAA, atau Root-Up berbagai konsentrasi terhadap pacuan induksi akar stek pucuk jati (Tectona grandis Linn. f.). Penelitian dilakukan mulai bulan Maret sampai Juni 2014 di Balai Budidaya Fakultas Pertanian UGM. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 3 faktor perlakuan yaitu IAA (Indole Acetic Acid), NAA (Naphthalene Acetic Acid), dan Root-Up konsentrasi 0 ppm (kontrol); 100 ppm; 200 ppm; 300 ppm; dan 400 ppm. Untuk masing-masing perlakuan digunakan 5 ulangan. Bahan stek pucuk dipangkas dari tanaman induk jati (Tectona grandis Linn. f.) berumur 3 tahun, dicelup larutan fungisida, kemudian direndam larutan hormon selama 60 menit. Stek pucuk kemudian ditanam dalam polibag yang telah diisi media tumbuh berupa campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam bakar (3:1:1). Stek pucuk diletakkan dalam sungkup plastik selama 5 minggu, kemudian diletakkan dalam kondisi ¬di bawah paranet daya tembus cahaya 55% (pra-open area) selama 1 minggu, dan ruangan terbuka dengan cahaya penuh (open area) selama 5 minggu. Parameter yang diamati meliputi persentase kehidupan, persentase akar, jumlah akar, panjang akar, diameter batang, jumlah mata tunas, jumlah daun, berat kering tajuk dan akar, serta nisbah tajuk akar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test). Hasil menunjukkan persentase kehidupan stek dan perakaran tertinggi diperoleh stek pucuk yang mendapat perlakuan zat pengatur tumbuh IAA dan Root-Up. Aplikasi Root-Up 200 ppm dan 400 ppm menyebabkan beda nyata dibandingkan kontrol (0 ppm) dalam jumlah akar, diameter batang, dan berat kering tajuk. Perlakuan IAA 200 ppm mengakibatkan beda nyata dalam jumlah akar, dan IAA 400 ppm mengakibatkan beda nyata dalam panjang akar dibandingkan kontrol (0 ppm). Perlakuan NAA 200 ppm dan 300 ppm mengakibatkan beda nyata dalam jumlah akar dibandingkan kontrol (0 ppm). Konsentrasi zat pengatur tumbuh Root-Up 200 ppm mampu memberikan hasil yang terbaik dilihat dari parameter jumlah akar, panjang akar, diameter batang, jumlah mata tunas, jumlah daun, berat kering tajuk dan akar.

Teak (Tectona grandis Linn. f.) is a type of plant which has an excellent wood quality. Teak wood is good for furniture and other housing materials, so there’s a high market demand for teak wood. One of the efforts that to fulfill the demand of teak wood is by vegetative propogation technique with bud cutting. This experiment was aimed to evaluate the effect single treatment of IAA, NAA, or Root-Up concentration on root induction of teak (Tectona grandis Linn. f.) bud cutting. The experiment was done from March to June 2014 in the Cultivation Hall Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada. The experiment design was factorial randomized complete design with 3 different treatments namely IAA (Indole Acetic Acid), NAA (Naphthalene Acetic Acid), or Root-Up, each hormones consists of five diferrent concentrations namely 0 ppm (control); 100 ppm; 200 ppm; 300 ppm; and 400 ppm. Buds were cut from parental plant of teak (Tectona grandis Linn. f.) 3 years old, directly in fungicide solution, then soaked in different concentration of hormones mentioned above for 1 hour. Each bud cuttings were then planted in a polybag containing a mixture of soil, manure, and chaff burn (3:1:1). Bud cuttings were then put in an area and covered with UV plastic for 5 weeks. After that bud cuttings were placed in an area under paranet of 55% (pra-open area) for a week, then paranet was removed and bud cuttings were grown for another 5 weeks. Parameters observed were percentage of life and rooting, root number, root length, stem diameter, total number of buds, number of leaves, root and shoot biomass. Data were analyzed by ANOVA 5% significant level and continued with DMRT (Duncan Multiple Range Test). The result showed that high percentage of life and rooting of bud cuttings was obtained treatment by IAA, and Root-Up compared with control (0 ppm). Root-Up of 200 ppm and 400 ppm caused a significant difference compared with control (0 ppm) in the root number, stem diameter, and shoot biomass. IAA treatment of 200 ppm resulted in a significant diference in the root number, and IAA of 400 ppm caused a significant difference in root length compared with control (0 ppm). NAA treatment of 200 ppm and 300 ppm resulted in a significant difference in the root number compared with control (0 ppm). The application of Root-Up 200 ppm was able to provide the best result on root number, root length, stem diameter, total number of buds, number of leaves, root and shoot biomass.

Kata Kunci : Jati (Tectona grandis Linn. f.), stek pucuk, zat pengatur tumbuh, dan akar.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.