Strategi Koperasi dalam Menghadapi Bencana Erupsi Gunung Merapi (Studi pada Koperasi Susu Warga Mulya Pakem, Yogyakarta)
LULUK SALSABILA, Dr. Hempri Suyatna, M.Si
2014 | Skripsi | ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)Koperasi merupakan institusi yang memiliki tujuan dalam mensejahterakan anggotanya. Namun, koperasi memiliki berbagai hambatan dalam mencapai tujuannya. Salah satu hambatan yang dirasakan Koperasi Susu Warga Mulya yaitu memiliki persebaran anggota di berbagai desa, diantaranya anggota yang menghuni di kawasan rawan bencana erupsi Gunung Merapi. Anggota mengalami kerugian yaitu sapi anggota yang mati akibat terkena dampak erupsi pada tahun 2010 silam. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang diterapkan oleh Koperasi Susu Warga Mulya dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan purposive sampling dalam pemilihan informannya, yang didukung dengan snowball sampling. Teknik pengumpulan data yaitu melakukan wawancara mendalam agar mendapatkan informasi lebih lengkap, observasi dilakukan secara partisipan dan non-partisipan, studi pustaka digunakan untuk melengkapi data penelitian dan dokumentasi dengan memanfaatkan milik koperasi maupun dengan melakukan dokumentasi pribadi. Hasil yang ditemukan di lapangan ditriangulasikan untuk mendapatkan data yang valid. Selanjutnya proses analisis data diawali dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara anggota dan koperasi yang saling berpengaruh hanya dalam menjalankan usaha susu sapi. Selebihnya seperti dalam menghadapi bencana erupsi, sebenarnya anggota secara mandiri dapat mengusahakan bantuan tanpa peran dari koperasi. Keberadaan kelompok di dalam koperasi menjadikan jurang pemisah antara anggota dengan koperasi itu sendiri. Anggota lebih terlibat aktif di dalam kelompok tanpa mengetahui perkembangan dan hambatan yang dialami koperasi. Begitu pula ketidaktahuan anggota terkait kondisi yang dialami koperasi paska terjadinya bencana erupsi. Berbagai bantuan seperti ganti rugi kematian sapi milik anggota, dapat membantu anggota dalam melangsungkan usaha ternak miliknya. Namun, sesungguhnya koperasi memiliki strategi dalam menghadapi bencana erupsi. Koperasi memanfaatkan sesuatu yang sudah ada sebelumnya dan dapat dimanfaatkan dalam menghadapi bencana erupsi. Strategi yang ada yaitu asuransi sapi, simpan pinjam sebagai penguatan modal, dan menganggarkan cadangan dana koperasi. Namun, secara garis besar strategi tersebut tidak dapat diterapkan secara optimal, karena hanya dapat dimanfaatkan beberapa anggota saja. Koperasi untuk membuat strategi khusus dalam menghadapi bencana erupsi, akan sulit ketika tidak ada komunikasi yang baik kepada anggota. Perlu ada kerja sama dan masukan dari anggota yang kemudian ditindaklanjuti oleh koperasi sebagai strategi khusus dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi. Hal tersebut dirasa lebih optimal dan menunjukkan hubungan saling mempengaruhi keduanya lebih dari menjalankan usaha susu sapinya saja.
Cooperation is institution that possesses purpose in prosper its members. However, cooperation having various obstacles in achieving its goal. One of a hitch by which perceived cooperation milk the meantime people are having distribution members in various village, some of them are members of inhabiting in the area of gristle disaster Merapi eruption. Members suffered a loss that affected cow died from the eruption in 2010 ago. Pertaining to the matter, this research was meant to find out strategy implemented by Warga Mulya Milk Cooperation in the face of disaster eruption of Mount Merapi. The study is done by using the method qualitative approach purposive and sampling the source, in an election supported with snowball of sampling. The technique of collecting data is to do an interview deep more complete, in order to gain information observation and non-partisipan, conducted in a participant the study of pustaka used to furnish of lab data and documentation by utilizing belonging to cooperations and by conducting private documentation. Results found in the field have triangulation to get the data be valid." the process analysis of data, beginning with the reduction of data presentation of data, and the withdrawal of the conclusion. The result analysis of this research indicating the existence of the relation between a member and cooperation that is mutually influential only in run businesses, dairy cattle. The rest eruptive, as in the face of disaster actually a member of independently can seek assistance without the role of cooperation. The existence of a group within cooperation make a widening gap between the member with cooperation itself. Members of more actively involve in the group without knowing the development and obstacles faced by cooperation. So is ignorance members regarding the condition of being experienced cooperation after the disaster eruption. Various assistance as compensation death cow belonging to members, could help members in were continuing effort cattle hers. However, behold cooperation has strategy in the face of disaster eruption. Cooperation take advantage of something as preexisting and can be utilized in the face of disaster eruption. Strategy which is, cow insurance, loan and save as strengthening, capital and had to provide reserve funds cooperation. However, in an outline strategy that cannot optimally, applied because only may be used by some members of course. Cooperation to make specific strategy eruptive, in the face of disaster will be difficult when there is no communication of a good and members. There must be cooperation and input of members then acted upon by cooperations as specific strategy in the face of disaster Merapi eruption. It thinks is more optimal and indicating a relation of mutual affecting both more than run businesses, dairy cows do it.
Kata Kunci : Koperasi, Strategi, Ternak Sapi