PERENCANAAN CITRA KAWASAN BOKOHARJO SEBAGAI SALAH SATU PINTU MASUK PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
ANDREAS DENY CHRISTANTO, Ir. Didik Kristiadi, MLA, MAUD
2014 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTACitra Kawasan Bokoharjo penting untuk direncakanan sebagai identitas pintu masuk Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Perencanaan citra dapat dilakukan dengan memperbaiki kualitas ruang sehingga identitas Kawasan Bokoharjo semakin terbentuk. Selain citra kawasan, perbaikan kualitas ruang Kawasan Bokoharjo semakin mendesak karena kompleksnya permasalahan ruang. Hal tersebut mengakibatkan menurunnya kenyamanan ruang di Kawasan Bokoharjo yang merupakan salah satu pintu masuk menuju Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Arahan perencanaan Kawasan Bokoharjo adalah: Menjadikan Kawasan Bokoharjo sebagai Kawasan yang Nyaman, Beridentitas, dan Memiliki Estetika Tinggi. Perbaikan yang dilakukan melibatkan elemen fisik ruang dan elemen visual. Perencanaan menggunakan analisis SWOT dan analisis pohon masalah. Analisis dilakukan untuk mendapatkan gambaran masalah, kriteria perencanaan, dan program perencanaan kawasan. Kriteria perencanaan yang didapat anatara lain: identitas ruang, estetika ruang, struktur ruang, kenyamanan ruang, pergerakan, dan citra ruang. Perencanaan selanjutnya menggunakan kriteria tersebut sebagai dasar perencanaan citra Kawasan Bokoharjo. Program yang diterapkan untuk mewujudkan konsep perencanaan antara lain: renovasi pasar, perbaikan taman perdamaian, perbaikan jalan, trotoar & penambahan vegetasi, pembangunan pusat jajanan pasar, pembangunan kantong parkir, perbaikan sub-terminal, dan pembangunan ruko baru. Program tersebut akan memberikan efek ganda sehingga identitas ruang kawasan sebagai pintu masuk juga akan menyelesaikan masalah sosial ekonomi.
The spatial image of Bokoharjo as an entrance area of Yogyakarta plays important role to create a city identity. Bokoharjo area needs to be renewed since there was significant decline in its environmental quality in recent years. The spatial and non-spatial problems in this area lead to decrease in space satisfaction. An urban improvement would be performed by creating an attractive and comfortable space, as a result of which redefining city image through the designated entrance area. The plan sets the vision for Bokoharjo as a comfortable, well formed, distinct, and remarkable area with highly aesthetics design. This improvement would be consisted of both physical and visual elements. The design making was carried out through conducting SWOT (Strength- Weakness-Opportunity-Threat) analysis and Problem tree Analysis in order to get a broad overview of the problems, planning criteria, and planning programs. The planning criteria include: identity, aesthetics, structure, comfort, and image of the space. Those criteria would be applied as design principles to accomplish the Bokoharjo plan. The planning programs include: traditional market renovation; Perdamaian Park revitalization; improvement on street, pedestrian way, vegetation, and parking areas; sub-terminal and shops development. The main purpose of those programs would be to enhance the image of Bokoharjo area and, additionally, to create the city identity. Furthermore, this plan also would bring multiplier effect to solve the social and economic problems in this area.
Kata Kunci : Desain Kawasan, Citra, Kawasan Pintu Masuk Bokoharjo.