Laporkan Masalah

Rest Area Tol Semarang-Solo dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi

DITA SAFITRI PANDI ASTUTI, Dr.Ir.Ahmad Sarwadi, M.Eng

2014 | Skripsi | ARSITEKTUR

Pada dasanya manusia merupakan makhluk nomaden yang selalu berpindah untuk memenuhi kebutuhannya. Lahirnya kendaraan turut mendorong manusia untuk berpindah ke tempat yang semakin jauh lagi. Banyaknya jumlah kendaraan ini juga menambah tingkat kecelakaan di jalan raya, tidak hanya kecelakaan di jalan arteri nasional, tapi jalan tol pun juga banyak terjadi kecelakaan, walau rambu-rambu keselamatan sudah terpasang. Prosentase terbesar faktor terjadinya kecelakaan adalah kelelahan dan kejenuhan selama perjalanan yang membuat pengendara kehilangan konsentrasi, sehingga terjadi kecelakaan. Untuk itu, pengendara membutuhkan tempat yang mampu mengakomodasi kebutuhannya saat beristirahat untuk memulihkan stamina mereka agar siap melanjutkan perjalanan kembali. Tol Semarang-Solo merupakan bagian dari tol transjawa yang akan menghubungkan kota-kota di daerah Jakarta ke kota-kota di daerah jawa Tengah. Tol yang sebagai jalan alternatif untuk menghindari kemacetan di dalam kota Semarang ini membutuhkan rest area untuk memfasilitasi pengendara jarak jauh yang ingin beristirahat, sehingga angka kecelakaan dapat ditekan. Perencanaan rest area ini merupakan desain baru yang sesuai dengan masterplan dari pihak pengelola jalan tol (PT Trans Marga Jateng) untuk membuat sebuah rest area di sta 9+450 di daerah Ungaran sebagai rest area tipe A. Rest area ini harus mampu mengintegrasikan berbagai fungsi penunjang istirahat ke dalam satu area dengan menerapkan prinsip eco-architecture. Konsep ini merupakan sebuah usaha untuk mengurangi kerusakan lingkungan akibat pembangunan dan meningkatkan kenyamanan bangunan dengan mengintegrasikan bangunan dengan proses yang terjadi di alam.

Basically human being is creature nomadic who always move to meet their needs.The existence of vehicles have been another factor which accomodate human to move to farther places. The large number of conveyance has also increased level accidents on the road, not only the accidents on the national artery road but many of them have also happened on the toll road, although safety signs have been attached. Most of Accidents are caused by exhaustion and overfullness during the trip which affect the loss of concentration and triggered the accident to happen.Therefore, riders needs a spaces/ places where they can accomodate their needs of resting , to recharge their stamina before they can get into their trip again. Semarang-Solo Toll is part of Transjawa Toll that links cities at Jakarta to the cities at central java. A toll as an alternative ways of avoiding the traffic in the city of Semarang needs a rest area as a fasility that allow riders to rest for a moment ,refreshing mind so the number of accidents can be reduced. This Rest area Planning is a new design corresponding to master plan from the toll road management (PT Trans MargaJateng) to make a rest area in sta 9 + 450 in the ungaran as rest area type A.This Rest areas should be able to integrate various supporting functions in order to have a comfort resting in an area that applied eco-architecture principle.This concept was an undertaking to reduce environmental damage caused by contructions and improve comfort level of a building by integrating the building with processes occurring in nature. Key word : rest area, ecology

Kata Kunci : rest area, ekologi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.