Variasi Budaya Organisasi Pemerintah Daerah di Indonesia (Studi Kasus Pada Provinsi Sumatera Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta)
MUHAMMAD RIFKI, Nurul Dwi Purwanti, SIP, MPA
2014 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Penelitian ini mengupas budaya organisasi pada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah D.I.Yogyakarta. Adapun sebuah organisasi, pada dasarnya memiliki suatu karakter khusus yang membedakannya dengan organisasi lainnya. Sedangkan, era otonomi daerah yang terjadi di Indonesia menyerahkan wewenang yang besar kepada daerah untuk mengurus rumah tangganya sendiri, termasuk bagaimana daerah itu mengurus budaya organisasi pemerintahnya. Untuk mengeksplor budaya organisasi di kedua Pemerintah Daerah tersebut, dilakukan pemetaan terhadap unsur-unsur budaya organisasi itu sendiri, yakni kepemimpinan, norma dan praktek, cerita organisasi, tradisi dan ritual, dan simbol-simbol. Adapun organisasi dengan budaya yang kuat, akan mampu untuk mengefektifkan organisasinya. Kuat tidaknya suatu budaya organisasi, diidentifikasikan dengan internalisasi nilai-nilai budaya organisasi yang telah dilakukan, serta pelaksanaan dari nilai-nilai budaya organisasi itu sendiri oleh PNS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun dalam penelitian ini, wawancara dilakukan terhadap beberapa informan yang kredibel terhadap budaya organisasi di Provinsi Sumatera Barat dan DIY. Selain wawancara, juga dilakukan observasi dan kajian dokumen berupa peraturan perundang-undangan, dokumen budaya organisasi masing-masing daerah, serta media elektronik. Dari hasil penelitian, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat belum memperlihatkan ciri-ciri budaya organisasi yang kuat, baik itu secara internalisasi budaya organisasi, maupun secara pelaksanaan dari nilai-nilai budaya organisasi. Sedangkan di Pemerintah DIY, internalisasi budaya organisasi yang dilakukan terbilang intensif. Namun dalam pelaksanaan nilaibudaya organisasinya, ada yang berjalan dan dan yang tidak. Meskipun demikian, keduanya tetap masih dalam proses menuju pembentukan budaya organisasi yang mampu mengefektifkan organisasi secara rill.
This research examines the organizational culture in the Government of West Sumatra Province and the Government of D.I. Yogyakarta. As an organization, basically has a special character that distinguishes it from other organizations. In addition, the era of regional autonomy in Indonesia has given big authority to the local government authority for actuate their rule, including how the local government to take care of the organizational culture. Exploring the organizational culture in both the local government need mapping the elements of organizational culture itself. The element is leadership, norms and practices, organization�s stories, traditions and rituals, and symbols. Organization with a strong culture will be able to streamline its organization. an organizational culture that strong or not, identified with institutionalization of organizational culture values, as well as the application of the cultural values of the organization by civil servants. This research uses a qualitative method with case study approachIn this study, interviews were conducted with some informants who know about organizational culture in both local government. In addition to the interview, also conducted observation and study documents such as regulations, documents the organizational culture of each governments, as well as internet media. Results of the research showed that government of west sumatera province has not showed the characteristics of a strong organizational culture, be it in the institutionalization of organizational culture, as well as in the application of the cultural values of the organization. Furthermore, the Government of DIY has institutionalized the organizational culture with high intensity. However, in the implementation of organizational cultural values, partly value has not done well. However, both are still in the process leading to the ideal of organizational culture that is able to achieve the organization's effectivity.
Kata Kunci : Budaya Organisasi yang Kuat, Kualitatif, Pemerintah DIY, Pemerintah Sumatera Barat, Unsur Budaya Organisasi