Lembaga Pemasyarakatan Wanita Yogyakarta Dengan Pendekatan Pola Pembinaan Feminin
OKTAVIA DWI NUGRAHENI, Dr.Ir.Arif Kusumawanto, MT.IAI
2014 | Skripsi | ARSITEKTURAbstraksi Kejahatan atau kriminalitas dewasa ini merupakan suatu fenomena yang terjadi di negara-negara yang sedang berkembang dengan perkembangan sangat pesat, baik secara jumlah ataupun jenisnya. Kejahatan dan tindakan kriminalitas menjadi masalah sosial tersendiri bagi hampir seluruh tatanan masyarakat dunia, terlebih lagi pelakunya yang mulai menjamah pada kaum wanita. Tindak pidana atau tindak kriminalitas di D.I Yogyakarta menunjukkan perkembangan yang fluktuatif namun cenderung meningkat dimana selama periode tahun 2007-2009 persentase perempuan pelaku tindak pidana masih tetap berkisar di bawah tiga persen, namun selama periode tersebut jumlah perempuan pelaku tindak pidana secara konsisten terus meningkat. Lembaga Pemasyarakatan merupakan suatu wadah pembinaan bagi para pelaku tindak kriminalitas untuk dibina agar diharapkan dapat kembali ketengah tengah masyarakat dengan perbaikan sikap dan tingkah laku. Perbedaan pembinaan yang diterapkan bagi para pelaku kriminal atau narapidana antara kaum pria dan wanita menimbulkan kebutuhan jenis Lembaga Pemasyarakatan yang lebih spesifik yaitu Lembaga Pemasyarakatan Pria dan Wanita.D.I.Yogyakarta hingga saat ini belum memiliki Lembaga Pemasyarakatan khusus untuk membina kaum napidana wanita yang jumlahnya dari tahun 2011 hingga 2014 jumlahnya secara fluktuatif cenderung meningkat. Perancangan Lembaga Pemasyarakatan Wanita perlu memperhatikan dan mempertimbangkan aspek pengguna utama dari bangunan yaitu kaum Wanita. Dengan mengaplikasikan karakteristik ruang dan bangunan sesuai dengan karakteristik wanita yang kemudian digabungkan dengan sistem pembinaan yang ada pada lingkungan Lembaga Pemasyarakatan yang telah ada diharapkan proses pembinaan bagi narapidana Wanita daat berjalan dengan lebih maksimal sehigga dapat menjadi sarana perbaikan sikap dan tingkah laku sebelum nantinya kembali ketengah-tengah lingkungan masyarakat pada umumnya. Kata kunci: Lembaga Pemasyarakatan, Narapidana, Pembinaan, Wanita, Feminin
Abstraction Nowadays, crime is a phenomenon that occurs with rapid growth in the developing countries, both in the number or the varying types. Crime becomes a social problem for almost the entire world community, especially that the offenders gender type also varies on women. Crime in the province of D.I.Yogyakarta shows a fluctuating development but tends to increase during the period of 2007-2009, where the precentage of female offenders are still ranged under three percent. However, during the period the number of female offenders is consistenly increasing. Correctional institution is a place of rehabilitation for the offenders to be guided on the expectation that they will go back to live in the society with better attitude and behaviour. The different approaches applied in rehabilitation process for male and female offenders urges the requirement of a more specific correctional institution type. The need for female only correctional type is deemed important to correspond the increasing number of female crime offender from the year 2011 to 2014. Women Correctional Institution design needs to consider the aspect of main users of the building which are females. By applying the characterictics of space and buildings according to the characteristics of women, combined with rehabilitation process system of the correctional institution, the design is expected to improve the development process. The design can be a mean of improvement in the offenders process for offenders attitudes and behaviour before they eventually return in to the society. Keywords: Correctional institution, Offenders, Rahabilitation, Women, Feminism
Kata Kunci : Lembaga Pemasyarakatan, Narapidana, Pembinaan, Wanita, Feminin