Laporkan Masalah

PENGARUH BULAN PERDAGANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PADA BERBAGAI SEKTOR INDUSTRI DI BURSA EFEK INDONESIA

ABURIZAL BANAKA, Tandelilin Eduardus, Prof. Dr., M.B.A.

2014 | Skripsi | MANAJEMEN

Hipotesis mengenai adanya anomali musiman pada pasar modal telah banyak diteliti di berbagai negara termasuk di Indonesia. Salah satu anomali musiman yang sering muncul adalah adanya month-of-the-year dimana return pasar pada bulan-bulan tertentu lebih tingi dibandingkan dengan bulan lainnya. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh bulan perdagangan terhadap pergerakan harga saham di setiap sektor di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan model analisis ARIMA (Autoregressive Intregated Moving Average) seperti yang banyak digunakan pada penelitian terdahulu. Metode ARIMA dianggap sebagai metode yang paling tepat karena metode ARIMA mampu menghasilkan peramalan jangka pendek yang akurat hanya dengan menggunakan nilai masa lalu dan masa sekarang dari variabel dependen dan mengabaikan variabel independen. Hasil penelitian menemukan adanya pengaruh bulan perdagangan terhadap return pasar di Bursa Efek Indonesia yang diindikasikan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Indeks Harga Saham Sektoral. Selain itu, bulan perdagangan juga memiliki pengaruh yang berbeda untuk masing-masing sektor di Bursa Efek Indonesia dan ada sektor yang tidak terpengaruh oleh bulan perdagangan. Bulan April dan Agustus adalah dua bulan yang paling berpengaruh dimana secara konsisten bulan April berpengaruh positif dan Agustus berpengaruh negatif terhadap return bulanan indeks harga saham.

The hypothesis about the existence of seasonal anomalies in the stock market has widely studied in various countries, including in Indonesia. One of the seasonal anomalies that often arises is the month-of-the-year which the return market in certain months are higher compared to other months. This study aims to examine the effect of trading month against the movement of stock prices in each sector in Indonesia Stock Exchange. This study uses analytical model ARIMA (Autoregressive Intregated Moving Average) as it is widely used in research earlier. ARIMA is considered as the most appropriate method because ARIMA is able to produce accurate short-term forecasting using only the values of the past and present from dependent variable and ignores independent variable. This research founds that the effect of trading month exist in indonesia stock exchange wich indicated by Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) and Indeks Harga Saham Setoral. In addition, trading month also has a different effect for each sector in Indonesia Stock Exchange and there are sectors that are not affected by the trading month. April and August are the two months of the most influential which consistently positive effect in April and August negative effect to the returns on stock price index.

Kata Kunci : anomali bulanan, month-of-the-year, pasar efisien, January Effect, return saham


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.