Laporkan Masalah

PENERAPAN SIMULASI MONTE CARLO PADA PENGATURAN HASIL GETAH DAN KAYU PINUS UNTUK ESTIMASI PENDAPATAN DI BAGIAN HUTAN GUNUNG LAWU KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN LAWU DS

AGUM ARTHA S.A., Ir. Budi Murdawa, Djoko Soeprijadi, S.Hut., M.Cs.

2014 | Skripsi | KEHUTANAN

Peningkatan permintaan getah pinus membutuhkan sistem pengaturan hasil yang dapat menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan pendapatan perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah menyediakan alternatif metode pengaturan hasil yang menerapkan simulasi monte carlo untuk mengoptimumkan pendapatan dari getah dan kayu pinus dan menentukan preskripsi pengaturan hasil. Penelitian dilaksanakan di Bagian Hutan Gunung Lawu KPH Lawu Ds Perum Perhutani Unit II Jawa Timur. Metode yang diterapkan adalah simulasi monte carlo. Kombinasi umur, KBD, dan bonita dijadikan sebagai variabel acak pada pendugaan dinamika KBD dan produksi sortimen kayu pinus. Pendapatan dihitung dari harga penyerahan yang dikalikan dengan produksi getah pinus dan kayu pinus per sortimen. Nilai optimum diperoleh dengan menerapkan berbagai macam skenario daur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simulasi monte carlo dapat diterapkan dalam pengaturan hasil hutan yang kompleks untuk pendapatan optimum dari getah dan kayu pinus. Preskripsi pengaturan hasil untuk mendapatkan pendapatan optimum adalah daur 30 tahun dengan umur tebang minimum (UTM) 25 tahun menghasilkan rerata pendapatan Rp 227.290.454.626,00 per 5 tahun dan paling stabil dengan persen standar deviasi terkecil

The increasing pine sap demand needs yield regulation system that capable to maintain forest sustainability and improving Lawu Ds Forest District revenues. This research is aimed to provide alternative method for yield regulation which apply monte carlo simulation to optimize revenues both of pine sap and timber and determining yield regulation prescriptions. This research was conducted at Bagian Hutan Gunung Lawu, Forest District Lawu Ds, Perum Perhutani Unit II East Java. The method used is monte carlo simulation. The combination of age, density basal area, and site index are used for generating random variable which used for forecasting the dynamic of basal area and sortimen pine timber production. Revenues are calculated from transfer price multiplied by the production of pine sap and sortimen pine timber. Optimum values is generated by applying some rotation scenarios. The results showed that monte carlo simulation can be applied in complex yield regulation of forest for optimum revenue from sap and pine timber. Prescription yield regulation to get optimum revenue is 30 years rotation with minimum age cutting (MAC) 25 years. This scenario generate average revenue 227.290.454.626,00 IDR for 5 years and the most stable revenue its indicated by the smallest percent standard deviation

Kata Kunci : forest sustainability, rotation, sap and timber pine, revenue


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.