Laporkan Masalah

UPAYA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI MELALUI COMMUNITY BASED CONSERVATION (Studi Kasus: Kelurahan Bener & Kricak, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta)

AGUNG HARI WIBOWO, Ario Wicaksono, S.IP, M.Si

2014 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Kegagagalan pengelolaan daerah aliran sungai sangat dipengaruhi oleh pendekatan konvensional yang bersifat sektoral, serta top down yang menekankan pada fungsi command and control dalam perencanaan, pengorganisasian, maupun pelaksanannya. Degradasi lingkungan yang terjadi pada daerah aliran sungai memicu masyarakat setempat untuk melakukan sebuah kegiatan konservasi partisipatif melalui community based conservation. Kegiatan ini dilaksanakan melalui program pembangunan kepariwisataan berbasis pendidikan lingkungan, yang merupakan inisiatif masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses fungsi/aktivitas pengelolaan dan menganalisis aspek-aspek pengelolaan sumber daya yang dilakukan melalui pendekatan community-based di Kelurahan Bener dan Kricak dalam mendukung upaya konservasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat fungsi/aktivitas pengelolaan (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan) telah berhasil diterapkan dengan baik secara partisipatif oleh masyarakat setempat. Sedangkan Pemerintah Kota Yogyakarta dan Forum Komunikasi Winongo Asri berperan sebagai fasilitator. Adapun dalam pemenuhan aspek community-based dalam usaha konservasi ini, yaitu keadilan (equity), pemberdayaan (empowerment), resolusi konflik (conflict resolution), pengeta huan dan kesadaran (kno wledge and awareness), perlindungan keanekaragaman (biodiversity protection) dan pemanfaatan berkelanjutan (sustainable utilization), sampai penelitian ini disusun telah menunjukkan keberhasilan.

A failure in watershed conservation is pretty much influenced by both conventional and top down approach. Conventional approach has failed to provide integrated solution, while top down of which characteristic li es on its command and control function in planning, organization as well as implementation has also failed to involve local communities in its conservation efforts. Environmental degradation in watershed leads local community who live around watershed to take participative action in conservation efforts through what-so-called community based conservation (CBC), one is manifested in environmental education based tourism program developed by local community. This study aims to understand management functions and to examine resource management aspects that are carried out through community based approach in Kelurahan Bener and Kricak, Yogyakarta. The result of this study shows that the four management functions (planning, organizing, actuating and controlling) have been implemented well with local community as its main actor. While local government (Pemerintah Kota Yogyakarta) and Forum Komunikasi Winongo Asri (local NGO) take role as facilitator. Six aspects of community based conservation has been met by both Kelurahan Bener and Kricak. Those six aspects include equity, empowerment, conflict resolution, knowledge and a wareness, biodiversity protection and sustainable utilization.

Kata Kunci : fungsi pengelolaan, konservasi, community-based, DAS


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.