Analisis Kaitan antara Korupsi dengan Harga Properti Residensial di Indonesia dan Beberapa Negara Asia
MAHENDRA, I Wayan Nuka Lantara, M.Si., Ph. D.
2014 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanPenelitian ini bertujuan mengungkapkan pengaruh korupsi pada pembentukan harga properti residensial di Indonesia dan beberapa negara di Asia lainnya pada tahun 2002-2010. Tinjauan pustaka menunjukkan bahwa korupsi memiliki efek dualisme. Pertama, korupsi sebagai helping hand dapat menaikkan perekonomian dan harga rumah. Kedua, korupsi sebagai grinding hand dipandang sebagai ganjalan yang akan menggerus perekonomian dan harga rumah. Dengan menggunakan regresi panel data di 6 negara di Asia, penelitian ini mendukung pendapat di atas bahwa korupsi memiliki pengaruh yang tidak sama antara satu negara dengan negara lainnya yang memiliki profil ekonomi berlainan. Di negara dengan profil ekonomi berkembang korupsi memiliki kaitan positif terhadap perekonomian dan harga rumah. Di negara dengan perekonomian maju, korupsi memiliki kaitan negatif. Temuan lainnya adalah variabel indikator makro ekonomi berperan penting dalam pembentukan harga properti residensial di semua negara berkembang dan negara maju.
This study aims to reveal the effect of corruption on the formation of residential property prices in Indonesia and some other Asian countries in 2002-2010. Literature review shows that corruption has dualism effect. First, corruption as a helping hand can increase the economy and home prices. Secondly, corruption as grinding hand is seen as lump that would erode the economy and housing prices. Through a data panel regression of 6 countries in Asia, this study support the above findings that corruption has different effects depending on economic profiles. In developing countries, corruption has a positive relation to the economic growth and housing prices. In develop countries, corruption has a negative relation. This study also finding that indicators of macro-economic variables play an important role in the formation of residential property prices in emerging countries and developed countries.
Kata Kunci : korupsi, properti residensial, harga properti residensial, Indonesia, negara berkembang, negara maju