PERBANDINGAN PARAMETER SPESIFIK DAUN Ocimum sanctum L., Ocimum basilicum L. forma violaceum Back., DAN Ocimum bassilicum L. forma citratum Back.
TITIS ARRIANTI P, Prof. Dr. Suwijiyo Pramono, DEA, Apt; Djoko Santosa, M.Si., Apt.
2014 | Skripsi | FARMASIIdentifikasi tumbuhan obat, yaitu lampes, selasih dan kemangi, untuk mendukung kebenaran suatu bahan telah dilakukan. Identifikasi dilakukan dengan analisis parameter spesifik yang meliputi analisis makroskopik dan mikroskopik, profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Gass Chromatography-Mass Spectra (GC-MS), serta analisis kuantitatif golongan senyawa. Daun ketiga tanaman tersebut diproses sampai menghasilkan serbuk. Serbuk dan irisan daun dianalisis makroskopik dan mikroskopik untuk melihat ciri khas secara morfologi. Analisis KLT dilakukan pada sari untuk mengetahui Rf (Retardation factor) dan karakteristik bercak yang khas dengan sistem elusi tertentu. Analisis GC-MS dilakukan pada minyak atsiri untuk melihat komponen penyusunnya beserta gambaran kadarnya. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menghitung kadar senyawa fenolik dan kadar minyak atsiri. Karakter pembeda lampes, selasih, dan kemangi adalah bau dan warna secara makroskopik serta jumlah trikoma dan penebalan berkas pengangkut secara mikroskopis. Hasil KLT menunjukkan ketiga sampel mempunyai kandungan senyawa fenolik dan minyak atsiri dengan profil khas. Urutan kadar fenolik total dari yang paling tinggi adalah selasih (307,11mg%(b/b)), kemangi (238,00mg%(b/b)), dan lampes (106,02mg%(b/b)). Urutan rendemen minyak atsiri dari yang paling tinggi adalah lampes (1,52%v/b) dengan komponen utama metil eugenol dan kariofilen, selasih (0,56%v/b) dengan komponen utama metil eugenol dan metil kavikol, serta kemangi (0,37%v/b) dengan komponen utama metil eugenol, linalool dan sitral A.
Identification of holy basil, hairy basil and sweet basil, to support the truth of material in herbal medicine has been done by the specific parameters analysis, include macroscopic and microscopic analysis, Thin Layer Chromatography (TLC), Gass Chromatography-Mass Spectra (GC-MS), and quantitative analysis of class compounds. The powder, dried and fresh leavesare analyzed macroscopically and microscopicallyto see the morphology characteristic. TLC is performed on extracts to determine Rf (Retardation factor) and characteristics of typical blots with specific elution system. GC-MS is performed on essential oils to see their constituent components. Quantitative analysis is performed by calculating the levels of phenolic compounds and essential oil content. The plants can be distinguished by odor and color (macroscopically) also the number of trichomes and vessel wall characteristic(microscopically). TLC result is showed distinctive profiles of phenolic compounds and essential oils. The sequence of total phenolic content are hairy basil (307,11mg%(w/w)), sweet basil (238,00mg%(w/w)), and holy basil (106,02mg%(w/w)). The sequence of the essential oil yield is holy basil (1.52%v/w) with methyl eugenol and caryophyllene as major components, hairy basil (0,56%v/w) with methyl eugenol and methyl chavicol as major components, and sweet basil (0,37%v/w) with methyl eugenol, linalool and citral A as major components.
Kata Kunci : perbandingan parameter spesifik, lampes, selasih, kemangi, metil eugenol