Laporkan Masalah

PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS KEWIRAUSAHAAN SOSIAL

FARIDA RAHMAWATI, Derajad S. Widhyharto, S.Sos, M.Si

2014 | Skripsi | Sosiologi

Fenomena sampah telah menjadi masalah sosial yang membutuhkan penanganan secara serius. Menurut UU No 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah menjelaskan bahwa adanya paradigma baru yang dianut dalam mengatasi masalah sampah. Dari yang dulunya sampah dipandang sebagai barang yang layak buang dan tidak ada manfaatnya, tetapi sekarang sampah mempunyai nilai ekonomis. Masyarakat desa Paseban yang wilayahnya merupakan daerah obyek wisata, permasalahan sampah pasti menjadi persoalan yang harus ditangani. Mengingat kondisi lingkungan yang setiap hari pasti dikunjungi oleh wisatawan. Oleh karena itu, penanganan sampah yang diterapkan dalam masyarakat desa Paseban yaitu melalui kegiatan Bank Sampah dan Komunitas Karya Bunda. Penelitian ini akan berusaha menjawab pertanyaan mengenai sistem pengelolaan sampah berbasis kewirausahaan sosial yang ada di Bank Sampah dan Komunitas Karya Bunda. Selain itu, menjadi hal penting juga untuk menggambarkan hubungan antara Bank Sampah Pandanaran dengan Komunitas Karya Bunda sebagai sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dalam satu kesatuan utuh. Penelitian kualitatif dengan tipe deskriptif dipilih untuk menggambarkan realita dibalik fenomena yang terjadi di masyarakat secara mendalam. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kewirausahaan sosial dari William Bill Drayton dan Teori Embeddedness dari Karl Polanyi yang akan menunjukkan keterlekatan kewirausahaan sosial dalam masyarakat desa Paseban. Obyek penelitian yang diambil yaitu Bank Sampah Pandanaran dan Komunitas Karya Bunda yang keduanya merupakan pengelola sampah yang ada di desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan indepth interview. Selain itu, peneliti juga berpartisipasi dalam swakelola sampah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berbasis kewirausahaan sosial yang ditunjukkan oleh Komunitas Karya Bunda belum dapat diikuti oleh kebanyakan warga karena kesadaran dan antusias yang masih rendah. Bank Sampah Pandanaran sebagai wadah yang mendukung kegiatan Komunitas Karya Bunda dalam penyediaan bahan baku sampah plastik juga memegang peranan penting dalam kewirausahaan sosial yang ada di Komunitas Karya Bunda. Pendekatan bottom-up yang ditunjukkan dalam pengelolaan sampah di desa Paseban belum dikatakan sempurna. Faktor yang mempengaruhinya antara lain adalah Sumber Daya Manusia dan partisipasi masyarakat yang masih kurang. Sumber Daya Manusia dan partisipasi masyarakat menjadi penting karena mereka menjadi aktor penggerak kegiatan pengelolaan sampah. Berkaitan dengan hal tersebut, kewirausahaan sosial menjadi tidak maksimal karena partisipasi masyarakat rendah dan akan dikuasai oleh para elit. Akibatnya, bisa jadi sampah akan menjadi komoditas bagi Komunitas Karya Bunda.

The phenomenon of waste has become a social problem that requires serious handling. According to Act 18 of 2008 about waste management, there is a new paradigm that is embraced in addressing the problem of litter. From the trash that was once seen as useless and had no benefits, but now the trash has economic values. In Paseban village community which area is allocated for tourism, problems of waste are the issues which need to be deeply concerned. Given the environmental conditions that every day must be visited by tourists. Therefore, waste management applied in the Paseban village community that is through Bank Sampah and Komunitas Karya Bunda. This research will attempt to answer the question concerning the waste management system based on social entrepreneurship in the Bank Sampah and Komunitas Karya Bunda. In addition, it is also important to describe the relationship between the Bank Sampah Pandanaran and Komunitas Karya Bunda as a waste management in a whole unified system. Qualitative research with a descriptive type was chosen to describe the reality behind the phenomena that occur in the community in depth. The theory used in this research is the theory of Social Entrepreneurship from William Bill Drayton and Embeddedness Theory from Karl Polanyi which will demonstrate the embedded social entrepreneurship within the Paseban village community. The objects of the research are Bank Sampah Pandanaran and Komunitas Karya Bunda which both have important role in Paseban (Paseban village, Bayat district, Klaten regency) waste management system. The technique of collecting data through observation and indepth interview. In addition, researchers also participate of trash self-managed. The results of this research show that waste management system based on social entrepreneurship shown by Komunitas Karya Bunda has yet to be followed by most citizens as awareness and enthusiasm are still low. Bank Sampah Pandanaran as a provider which supports activity community of Komunitas Karya Bunda in providing raw material for plastic waste also play an important role in social entrepreneurship in the Komunitas Karya Bunda. Bottom-up approach which is shown by waste management in Paseban village has not been said to be perfect. Another influencing factor is the lack of human resources. Human resources and community participation become essential since they are actors in driving waste management activities. Related to this, social entrepreneurship is not maximized because of low public participation and the controlling elite. As a result, trash could become commodity for the communities work of Komunitas Karya Bunda.

Kata Kunci : pengelolaan sampah, kewirausahaan sosial, keterlekatan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.