Strategies of the English Translation to Deal with Non-Equivalence at Word Level in "Ada Apa Dengan Cinta" Movie
SRI RAHMAWATI, Amin Basuki, S.S., M.A.
2014 | Skripsi | SASTRA INGGRISSkripsi ini meneliti tentang strategi terjemahan dalam mengatasi masalah ketidaksetaraan hasil terjemahan bahasa Inggris yang terdapat dalam subtile film Indonesia Ada Apa Dengan Cinta pada tingkat kata. Secara khusus, skripsi ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis ketidaksetaraan serta mengklasifikasikan strategi yang digunakan si penerjemah untuk mengatasi masalah ketidaksetaraan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode perbandingan dengan membandingkan teks bahasa sumber dan bahasa sasaran yang kemudian dikelompokkan berdasarkan strategi penerjemahan yang diusulkan oleh Mona Baker. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat delapan jenis strategi yang diaplikasikan untuk mengatasi 34 data yang dianggap tidak setara. Ketidaksetaraan tersebut diklasifikasikan menjadi tujuh jenis. Strategi yang paling banyak digunakan adalah strategi terjemahan dengan kata yang lebih umum (32.35%) sedangkan strategi yang paling sedikit digunakan adalah strategi terjemahan dengan kata serapan dan kata serapan yang diikuti penjelasan (2,94%). Dengan pertimbangan bahwa sebagian besar hasil terjemahan dalam film tersebut memiliki kualitas yang bagus, dapat disimpulkan bahwa strategi yang digunakan si penerjemah cukup akurat untuk mengatasi masalah ketidaksetaraan dalam film Ada Apa Dengan Cinta
This research attempts to investigate the translation strategies to deal with non-equivalence in the English subtitle of Indonesian movie Ada Apa Dengan Cinta at word level. It aims to examine the non-equivalence types and classified the translation strategies applied by the translator to overcome the non-equivalence. This study used a comparative research method in which the SL and the TL were compared and grouped based on translation strategies suggested by Baker. The results of this research showed that there were eight translation strategies proposed by Mona Baker which were applied in 34 non-equivalence cases which were classified into seven types of non-equivalence. The most frequent strategy used in the translation work is translation by a more general word (32.35%) while the rarest strategy is translation by a loan word and loan word plus explanation (2.94%). Considering that the overall translation results have a good quality, it can be concluded that the strategies used by the translator are suitable to solve the non-equivalence problem in Ada Apa Dengan Cinta movie.
Kata Kunci : translation, subtitle, non-equivalence types, translation strategies