Strategi Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FK-PSM) Kota Yogyakarta dalam Menangani dan Menjawab Kebutuhan Anak Jalanan
GUNA HARIDA SIRAIT, Dr. Agus Pramusinto
2014 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Anak jalanan termasuk kedalam masalah sosial yang tak kunjung selesai penanganan dari tahun ke tahun. Penanganan yang dilakukan selama ini belum mampu menjawab kebutuhan mendasar para anak jalanan sehingga mereka masih selalu kembali ke jalanan. Disamping itu, pandangan masyarakat yang memarginalkan kelompok anak jalanan sebagai pembuat ketidaknyamanan di ruang publik mengakibatkan posisi anak jalanan yang semakin minor di lingkungan masyarakat. Maka dari itu, pemerintah melakukan kebijakan dan program-program penanganan anak jalanan yang terus diperbaharui. Program penanganan anak jalanan berbasis masyarakat merupakan salah satu program yang melibatkan masyarakat dalam proses implementasi kebijakannya. Tujuannya untuk mengurangi paradigma negative mengenai anak jalanan oleh masyarakat dan juga melibatkan masyarakat secara aktif untuk mengatasi permasalahan yang ada di lingkungannya sendiri. Program ini dilaksanakan oleh FK PSM sebagai mitra pemerintah (Dinsosnakertrans). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola penanganan anak jalanan yang dilakukan FK PSM dalam menjawab kebutuhan anak jalanan dan implementasi di lapangan serta fakta-fakta apa yang ada terkait penanganan anak jalanan ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif digunakan agar peneliti mampu mendalami penanganan anak jalanan oleh FK PSM dan menemukan fakta-fakta implementasi program di lapangan. Tahapan-tahapan yang dilakukan untuk mengumpulkan data tersebut adalah melalui observasi di lapangan serta wawancara dengan beberapa stakeholder terkait masalah ini. Program yang dilakukan FK PSM yaitu penanganan anak jalanan berbasis masyarakat menghasilkan pelibatan masyarakat umum dalam implementasi programnya. Namun dengan penanganan model ini ternyata belum mampu menjawab kebutuhan anak terbukti dengan banyak dari antara mereka yang kembali lagi ke jalanan setelah mendapatkan penanganan dari pemerintah. Program yang dilakukan oleh FK PSM ini dipengaruhi oleh faktor kerjasama dengan stakeholder lain dan faktor internal dari anak jalanan sendiri. Selain itu kesinambungan dan monitoring juga menjadi faktor yang mempengaruhi keberhasilan program ini.
Street children are included into the social issues unresolved handling from year to year. Previous handling has not been able to answered the fundamental needs of street children so they are always returned to the streets. In addition, the point of views of people who marginalize groups of street children as an inconvenience makers in public spaces make their position in community more an more minor. Therefore, the government policies and programs handling of street children are kept updated. Program of community-based treatment of street children is one of the programs that involve the role of general public in the process of policy implementation. The goal is to reduce the negative paradigm about street children by the public and also to involve public actively to resolve the problems that exist in their own environment. The program is implemented by the government and FK PSM (Dinsosnakertrans) as a partner of government. The purpose of this study was to determine how the pattern of handling street children who do FK PSM in addressing the needs of street children and implement in the field as well as the facts of what is related to the handling of these street children. The research method used is a qualitative research method. Qualitative research methods used by researchers to explore the handling of street children by FK PSM and find the facts on the ground implementation. The stages are conducted to collect data is through field observations and interviews with several stakeholders that related to this issue. FK PSM programs are conducted handling street children produce community-based public involvement in the implementation of the program. However, the handling of this model is not yet able to address the needs of children as evidenced by the number of those who returned to the streets after getting treatment from the government. The program is conducted by the PSM FK influenced by collaboration with other stakeholders and internal factors of the street children themselves. Additionally sustainability and monitoring are also the factors that affect for success of this program.
Kata Kunci : Penanganan, Anak Jalanan, FK PSM