EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM HUTAN KEMASYARAKATAN DI KABUPATEN KULON PROGO
MATALA FADHILATUN WILDANTA, Teguh Yuwono, S.Hut., M.Sc.
2014 | Skripsi | KEHUTANANEvaluasi Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Kabupaten Kulon Progo dilakukan untuk mengetahui perkembangan pengelolaan HKm saat ini, dibandingkan dengan hasil evaluasi tahun 2006, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan tersebut, dan menyusun rencana pengembangan pengelolaan HKm ke depannya. Penelitian ini menggunakan metode survei, yaitu penelitian yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual. Penelitian ini dilakukan di tujuh KTHKm yang berada di Kabupaten Kulon Progo. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juli hingga Agustus 2014. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan Focus Group Discussion (FGD). Metode analisis yang digunakan yaitu metode analisis kuantitatif dan metode analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, pengelolaan HKm di Kabupaten Kulon Progo telah mengalami peningkatan dibandingkan evaluasi tahun 2006. Total nilai dari kelola kelembagaan, kelola kawasan, dan kelola usaha tahun 2006 yaitu 2,85 yang artinya pengelolaan HKm masih dalam kategori cukup dan tahun 2014 telah mengalami peningkatan menjadi 4,19 yang artinya pengelolaan HKm sudah dalam kategori baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan HKm di Kabupaten Kulon Progo terdiri dari faktor-faktor yang berpengaruh positif dan negatif. Faktor-faktor yang berpengaruh positif terhadap perkembangan HKm yaitu kelembagaan, sumber daya manusi, kondisi sosial ekonomi, dan fasilitisasi dari pihak terkait, sedangkan faktor-faktor yang berpengaruh negatif terhadap perkembangan HKm yaitu kekurangan dana, sumber daya manusia, hasil tumpangsari yang menurun dan tidak adanya pasar. Rencana pengembangan HKm ke depan yaitu penguatan kelembagaan, meningkatkan pemanenan sesuai dengan rencana yang telah dibuat, dan mengembangkan usaha di sektor lain. Penguatan kelembagaan dilakukan melalui penguatan kualitas pengurus, mengikuti kegiatan pertemuan lingkar tujuh KTHKm secara rutin dengan mengikutsertakan pihak tingkat BDH ataupun RPH, melengkapi administrasi dan menatanya dengan baik, dan mendokumentasikan setiap kegiatan
Evaluation of Community Forestry ( HKM ) in Kulon Progo Regency conducted to determine the development of community forest management at this time, compared with the results of the 2006 evaluation, determine the factors that influence these developments, and to plan the future development of community forest management. This study used a survey method, the research conducted to obtain the facts of the existing symptoms and seek factual particulars. This study was conducted in seven KTHKm located in Kulon Progo. Data collection was conducted in July and August 2014, data were taken in the form of primary data and secondary data by using observation, interviews and Focus Group Discussion (FGD). The analytical method used is the method of quantitative analysis and descriptive analysis method . Based on the results of research, community forestry management in Kulon Progo have increased in 2006 compared to the evaluation of total value of institutional governance, regional governance, and manage the business in 2006 is 2.85, which means community forestry management is still in the category of fairly and in 2014 has increased be 4.19, which means the management HKm already in either category. Factors affecting the development of community forestry in Kulon Progo consists of the factors that positively and negatively. Factors that positively influence the development of the institutional HKm, for human resources, socioeconomic conditions, and the facilitation of the parties involved, while the factors that negatively affect the development of community forestry as lack of funds, for human resources, the results of intercropping decreased and not market presence. Plan for the future development of the community forestry institutional strengthening, improving harvesting in accordance with the plans that have been made, and develop businesses in other sectors. Institutional strengthening is done through strengthening the quality of the board, following the meeting of the circumference of seven KTHKm activities regularly with the participation rate of BDH or RPH, equip and organize the administration well, and document every activity.
Kata Kunci : evaluasi, hutan kemasyarakatan