Laporkan Masalah

Whistleblowing System Sebagai Salah Satu Bentuk Strategi Anti Fraud Dalam Kegiatan Usaha Perbankan (Suatu Tinjauan Yuridis)

GRETY KARURUKAN, Dr. Paripurna Sugarda, SH., M.Hum., LL.M.

2015 | Tesis | S2 Magister Hukum

Tujuan dilakukannya penulisan tesis ini adalah untuk menganalisa bagaimana Whistleblowing System dapat dijadikan sebagai salah satu strategi deteksi dini adanya fraud dalam kegiatan usaha perbankan sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia No.13/28/DPNP tanggal 9 Desember 2011 tentang Penerapan Strategi Anti Fraudyang merupakan kelanjutan dari Peraturan Bank Indonesia No.8/14/PBI/2006 tentaang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum dan menganalisa bagaimana penerapan whistleblowing system tersebut dalam kegiatan usaha perbankan. Hal ini berkenaan dengan banyaknya kasus fraud yang terjadi dalam lingkungan usaha perbankan yang sebagian besar pelakunya adalah pihak intern perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif atau yang disebut pendekatan yang bersifat penelitian kepustakaan, dengan analisa menggunakan metode analisa kualitatif dan dikaji dengan metode berpikir deduktif. WBS dapat berjalan efektif dalam mengurangi potensi fraud apabila perusahaan meyediakan sarana pendukung yang memadai sebagai media pelaporan apabila terdapat fraud yang diketahui. Komitmen dari pihak manajemen perusahaan dalam melaksanakan WBS juga sangat diperlukan dengan cara meningkatkan pemahaman etika perusahaan dan membina iklim keterbukaan dalam perusahaan dan melakukan tindak lanjut atas setiap laporan yang diterima dari whistleblower. Perlindungan terhadap whistleblower adalah salah satu faktor pendukung yang penting sehingga ketika seseorang memutuskan untuk menjadi whistleblower merasa aman dari segala hal yang akan terjadi akibat dari tindakan pelaporannya tersebut.

The purpose of writing this thesis was to analyze how Whistleblowing System could be one of strategies for early detection of fraud in banking business activities as regulated the Circular Letter of Bank Indonesia No.13/28/DPNP dated 9 December 2011 regarding the Implementation of Anti Fraud Strategies which is the continuation of the Regulation of Bank Indonesia No.8/14/PBI/2006 on the Implementation of Good Corporate Governance for Public Banks and to analyze the implementation of whistleblowing system in banking business activities. This was related to many frauds in banking business environment, in which most of the perpetrators were internalparties in companies. This study used normative legal research method or literature study approach, with analysis using qualitative analysis method and review using deductive thinking method. WBS can be effective in reducing fraud potential if companies provide adequate supporting facilities as reporting media if a fraud is discovered. Commitment from the managementsin implementing WBS is also required by increasing the understanding of companies’ ethics and developing open climate in companies and perform follow ups on every report from whistleblower. Protection to whistlebloweris also a supporting factor, so that when someone decides to be a whistleblower, s/he feels safe from anything that may happen due to the report.

Kata Kunci : WhistleblowingSystem, whistleblower, fraud


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.