Laporkan Masalah

STUDI EKSPLORASI PERAWATAN BERPUSAT PADA KELUARGA DI RUANG PERISTI RSUD KEBUMEN

NURLAILA, dr. Mei Neni Sitaresmi, Sp.A., (K)., PhD; Lely Lusmilasari, S.Kp., M.Kes.

2014 | Tesis |

Latar Belakang: Keterlibatan keluarga selama perawatan bayi di NICU dapat dilakukan melalui perawatan berpusat pada keluarga. Hal ini penting untuk membantu bayi risiko tinggi beradaptasi dengan lingkungan ekstrauterin. Manfaat perawatan berpusat pada keluarga di NICU banyak ditemukan namun penerapannya di pelayanan kesehatan Indonesia masih terbatas. Penelitian sebelumnya mengungkapkan tantangan penerapan perawatan berpusat pada keluarga adalah perbedaan persepsi tenaga kesehatan dan keluarga. Tujuan: Mengeksplorasi persepsi tenaga kesehatan dan keluarga mengenai perawatan berpusat pada keluarga dalam perawatan bayi risiko tinggi di RSUD Kebumen. Metode: Penelitian dilakukan di ruang PERISTI RSUD Kebumen selama periode Juli 2014-Agustus 2014 menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan penelitian adalah 6 perawat, 6 keluarga, dan 2 orang dokter spesialis anak yang dipilih dengan tehnik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan tekhnik wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan teori Coallizi dengan bantuan software OpenCode versi 3.6.2.0. Hasil: Persepsi tenaga kesehatan tentang perawatan berpusat pada keluarga adalah perawatan yang melibatkan keluarga. Tenaga kesehatan dan keluarga memiliki persepsi bahwa keterlibatan keluarga dalam perawatan bayi bermanfaat bagi bayi, keluarga, dan tenaga kesehatan. Keluarga terlibat dalam menyusui, pemberian informasi, dan persetujuan tindakan. Hambatan penerapan perawatan berpusat pada keluarga adalah belum tersedianya ruang tunggu keluarga. Dukungan dalam perawatan bayi berasal dari rumah sakit, tenaga kesehatan, dan keluarga. Kesimpulan: Tenaga kesehatan dan keluarga mempunyai persepsi yang baik tentang perawatan berpusat pada keluarga, namun implementasinya belum optimal. Hambatan yang disampaikan semua partisipan adalah belum tersedianya ruang tunggu keluarga. Studi lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penerapan perawatan berpusat pada keluarga di ruang bayi.

Background: The involvement of the family for baby care in the NICU can be done through family-centered care. It is essential to help high-risk infants adapt to the extrauterine environment. The benefits of family-centered care in the NICU are found but its application in Indonesia is still limited health services. Previous studies revealed that one of the challenges of the implementation of family-centered care are differences in perception of health workers and families. Objective: To explore the perceptions of health professionals and families on family-centered care in the treatment of high-risk infants in hospitals Kebumen. Methods: The study was conducted at room PERISTI Kebumen Hospital during the period July 2014-August 2014 using a qualitative research design with a phenomenological approach. Study participants were 6 nurses, 6 families, and 2 pediatricians selected by purposive sampling technique. Methods of data collection techniques using in-depth interviews, observation and documentation. Data analysis was performed in this study using the theory Coallizi with OpenCode 3.6.2.0 version software. Results: Perceptions of health workers on family-centered care is care that involves families. Health workers and families have the perception that family involvement in infant care beneficial for babies, families, and health professionals. Implementation of family-centered care includes family involvement in infant care, provision of information, and approval actions. Barriers to implementation of family-centered care is the unavailability of the family waiting room. Support comes in baby care from hospitals, health professionals, and families. Conclusion: Health workers and family have a good perception of family-centered care, but its implementation has not been fully. Barriers presented all participants is not the availability of the family waiting room.Further studies need to be conducted to determine the factors that affect the implementation of family-centered care in the nursery.

Kata Kunci : perawatan berpusat pada keluarga, bayi risiko tinggi/family-centered care, high-risk infants


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.