Laporkan Masalah

Polimorfisme -2578*C/A gena Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) pada Individu dengan dan tanpa Ulkus Diabetika

IKA RAHAYU, dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D.

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan suatu gangguan metabolik yang terjadi pada sistem endokrin yang ditandai oleh hiperglikemia kronik yang disebabkan oleh kelainan sekresi insulin, gangguan kerja insulin atau gangguan keduanya. 12-25% pasien DM mempunyai risiko untuk mengalami ulkus diabetika. Vascular Endothelial Growth Factor (disebut juga VEGF-A) merupakan kelompok faktor pertumbuhan platelet-derived growth factor (PDGF) yang mempunyai peran potensial dalam angiogenesis. Polimorfisme gen VEGF-A -2578*C/A merupakan kandidat penyebab berkembangnya ulkus diabetika. Peran VEGF dalam perkembangan ulkus diabetika pada suku jawa belum pernah dilakukan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui polimorfisme - 2578*C/A gena VEGF-A pada individu dengan dan tanpa ulkus diabetika. Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus-kontrol. Subjek yang diteliti yaitu individu dengan diabetes melitus tipe 2 dengan diabetika sebagai subjek kasus (n=25) dan subjek kontrol adalah individu dengan diabetes melitus tipe 2 tanpa ulkus diabetika. Pemeriksaan polimorfisme -2578*C/A gen VEGF-A menggunakan metode ARMS-PCR. Kadar VEGF diperiksa dengan metode ELISA. Data dianalisis dengan uji Independent T-test, Mann-Whitney, Chi-square dan Kruskal Wallis dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Frekuensi genotip polimorfisme -2578*C/A pada kelompok kasus adalah CC= 24%, CA= 76%, sedangkan pada kelompok kontrol adalah CC=25%, CA=68,8, AA=6,2% (p=1,000). Frekuensi alel C pada kelompok kasus adalah 62%, sedangkan pada kelompok kontrol 59,4%. Frekuensi alel A pada kelompok kasus 38,0%, sedangkan pada kelompok kontrol adalah 40,6% (p=0,776). Kadar VEGF pada kelompok kasus adalah 602,62±411,84 pg/mL, sedangkan pada kelompok kontrol adalah 633,19±443,40 pg/mL (p=0,855). Kadar VEGF pada genotip CC adalah 338,88(167,10-1659,47)pg/mL, CA adalah 563,60(125,02- 1418,96)pg/mL, AA adalah 1138,70(567,51-1709,90)pg/mL (p=0,152). Kesimpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat polimorfisme - 2578*C/A gena VEGF-A pada individu DM tipe 2 dengan dan tanpa ulkus diabetika. Frekuensi genotip CC,CA dan AA tidak berbeda bermakna antara kelompok DM tipe 2 dengan dan tanpa ulkus diabetika, begitu juga dengan frekuensi alel C dan A. Kadar VEGF-A yang dihasilkan tidak berbeda bermakna antara dua kelompok tersebut. Kata Kunci: ulkus diabetika, kadar VEGF-A, polimorfisme -2578*C/A gena VEGF

Background: Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disorder characterized by chronic hiperglycemia. It is caused by abnormal insulin secretion, impaired insulin action or both. Approximately 12-25% of diabetic patient will develop diabetic foot ulcer. Vascular Endothelial Growth Factor (also referred to as VEGF-A) is a group of platelet-derived growth factor (PDGF) which has a potential role in angiogenesis. VEGF-A gene polymorphism -2578*C/A is a candidate for the development of diabetic ulcers. The role of VEGF-A in the development of diabetic foot ulcer in Javanese ethnic yet to be clarified. Objective: The aim of this study is to investigate the -2578*C/A polymorphism of the VEGF-A gene and to measure VEGF level in individuals with and without diabetic foot ulcers. Methods: This was a case-control study. Subjects were individuals with type 2 diabetes mellitus as cases group (n = 25) and as control group were subject with type 2 diabetes mellitus without diabetic foot ulcers (n=32). ARMS-PCR technique was applied to investigate the -2578*C/A polymorphism of the VEGFA gene. VEGF-A level is determined by ELISA method. Data were analyzed with Independent T-test, Mann-Whitney, Chi-square and Kruskal-Wallis test with significance level of p <0,05. Results: The frequency of genotype of -2578 *C/A polymorphism in case group was CC = 24%, CA = 76%, whereas in control group was CC = 25%, CA = 68,8, AA = 6,2 % (p=1,000). The frequency of C allele in case group was 62%, whereas in control group was 59,4%. The frequency A allele in case group was 38,0%, whereas in control group was 40,6% (p=0,776). The VEGF levels of case group was 602,62 ± 411,84 pg / mL, whereas in control group was 633,19 ± 443,40 pg/mL (p=0,855). The VEGF levels of genotype CC was 338,88(167,10-1659,47) pg/mL, CA was 563,60(125.02-1418.96) pg/mL, AA was 1138,70(567,51- 1709,90) pg/mL (p=0,152). Conclusion: Our study concluded that there are polymorphisms -2578*C/A VEGF-A gene of individuals with type 2 diabetes with and without diabetic foot ulcers. However, the frequency of genotype CC, CA and AA did not differ significantly between the two groups, as well as the frequency of allele C and A. There is no significantly different of VEGF-A level between the two groups.

Kata Kunci : ulkus diabetika, kadar VEGF-A, polimorfisme -2578*C/A gena VEGF


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.