Silase Total Campuran Hijauan (STCH): Pengaruh Penambahan Molases dan Lactobacillus plantarum Terhadap Ketahanan Aerobisitas Pasca Silase
VIAN DWI CHALISTY, Prof. Ir. Zaenal Bachruddin, M.Sc., Ph.D. ; Prof. Dr. Ir. Ristianto Utomo, SU.
2014 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan molases dan L. plantarum terhadap ketahanan aerobik silase total campuran hijauan. Bahan yang digunakan dalam pembuatan silase adalah rumput raja, jerami padi, jerami jagung, jerami kacang tanah, gamal, molases, dan L. plantarum. Molases yang ditambahkan sebanyak 0%, 4%, dan 8% dari bahan kering, sedangkan L. plantarum yang ditambahkan sebanyak 0,1% dari bahan kering. Semua bahan difermentasi selama 21 hari. Sampel silase yang telah dipanen sebagian diambil untuk analisis, kemudian sebagian sampel masing-masing perlakuan diambil untuk pengamatan ketahanan aerobik pada lama pembukaan pasca silase 0, 1, 3, dan 5 hari. Data yang diperoleh dianalisis variansi rancangan acak lengkap pola faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama pembukaan pasca silase pH silase meningkat (P<0,05), sedangkan kandungan asam laktat dan amonia menurun (P<0,05). Persentase kehilangan berat silase meningkat pada 1, 3, 5 hari berturut-turut adalah 0,67%, 2,21%, dan 3,63%. Kandungan bahan kering meningkat pada 0, 1, 3, 5 hari berturut-turut adalah 31,53%, 34,21%, 38,43%, dan 43,08%. Kandungan bahan organik pada 0, 1, 3, 5 hari berturut-turut adalah 82,44%, 83,36%, 80,41%, dan 81,00%. Berdasarkan atas nilai pH, pembukaan silo sampai pada hari ke-1 tidak mempengaruhi nilai pH sehingga silase total campuran hijauan dapat diberikan pada ternak dalam waktu 1 hari setelah pembukaan silo. Penambahan level molases 4% pada pembuatan silase total campuran hijauan dengan Lactobacillus plantarum dapat mempertahankan kualitas silase total campuran hijauan sampai hari ke-5 pembukaan pasca silase dilihat dari kehilangan bahan organik sebesar 1,30% dan kehilangan bahan kering sebesar 12,66%.
The objective of this research was to determine the effect of molasses and L. plantarum on aerobic stability of total mixed forage silage. The materials used in making of silage was king grass, rice straw, corn straw, peanut straw, gliricidia, molasses, and L. plantarum. Molasses was added 0%, 4%, and 8% of dry matter, whereas L. plantarum were added 0,1% of dry matter. All material was fermented for 21 days. Samples of treated forage were collected for analysis at the of ensiling, and then partially of samples were taken for determine aerobic stability in storage 0, 1, 3, and 5 days. Data were analyzed variance factorial completely randomized design. The result showed that during aerobic storage of silage products pH increased (P < 0,05), whereas the content of lactic acid and ammonia decreased ( P< 0,05). The percentage weight loss of silage products increased at 1, 3, 5 days was 0,67%, 2,21%, and 3,63%. The content of dry matter of silage products increased at 0, 1, 3, 5 days was 31,53%, 34,21%, 38,43%, and 43,08%. Organic matter content of silage products at 0, 1, 3, 5 days was 82,44%, 83,36%, 80,41%, and 81,00%. The addition of molasses and L. plantarum in making total mixed forage silage can increase pH value and dry matter content, and decrease content of lactic acid, ammonia, and organic matter during aerobic storage of silage products. Based on the value of pH, the opening silo until the first day did not affect pH value so that it can be given to livestock within 1 day after opening silo. The addition of level molasses 4% molasses in manufacture silage with Lactobacillus plantarum can maintain quality until opening 5 day post silage as seen from the loss organic matter was 1,30% and dry matter was 12,66%.
Kata Kunci : Silase, Lactobacillus plantarum, Molases, Kondisi Aerobik