Laporkan Masalah

POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS DEPOK II KABUPATEN SLEMAN PERIODE JANUARI-DESEMBER 2013

ISNAINI NUR SUSANTI, Prof. Dr. Agung Endro Nugroho, M.Si., Apt

2014 | Skripsi | FARMASI

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah sistolik ������¢���¯���¿���½������¥140mmHg dan/atau diastolik ������¢���¯���¿���½������¥90 mmHg. Hipertensi masuk dalam penyakit dengan prevalensi tinggi dan jumlah terus meningkat Dengan demikian, penting untuk melaksanakan tatalaksana terapi yang benar agar kejadian hipertensi dapat ditekan dan dikendalikan. Puskesmas sebagai Primary Health Care diharapkan dapat menjadi tempat pertama untuk pelayanan kesehatan. Untuk itu, perlu dilihat bagaimana pola penggunaan obat antihipertensi untuk pasien hipertensi di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, gambaran pola penggunaan, kesesuaian penggunaan, dan kondisi akhir setelah penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Depok II Kabupaten Sleman periode Januari-Desember 2013. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Data diambil secara retrospektif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah systematic random sampling. Bahan penelitian yang digunakan adalah data rekam medis pasien hipertensi di Puskesmas Depok II Kabupaten Sleman periode Januari - Desember 2013. Data rekam medis dikumpulkan dan diisikan dalam lembar pengumpul. Sebanyak 130 sampel data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif. Data yang bersesuaian dikelompokkan dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipertensi didominasi oleh wanita 70%, kelompok umur 70-79 tahun 30%, dan hipertensi tingkat 1 47,74%. Jenis pembayaran mandiri paling banyak digunakan 34,6%. Jenis obat paling banyak digunakan adalah tunggal hidroklorotiazid 48,0% dan kombinasi HCT-kaptopril 12,1%. Kesesuaian penggunaan obat antihipertensi pada hipertensi tanpa penyulit berdasarkan JNC 7, yaitu 60,8% sesuai dan 39,2% tidak sesuai. Kesesuaian penggunaan antihipertensi pada hipertensi dengan diabetes melitus yaitu 66,7% sesuai dan 33,3% tidak sesuai. Kesesuaian penggunaan obat antihipertensi berdasarkan Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2007, yaitu berdasarkan pemilihan jenis obat dan dosis (kekuatan) 100% sesuai, dan berdasarkan frekuensi penggunaan 90,6% sesuai dan 9,4% tidak sesuai. Kondisi akhir setelah melakukan pengobatan yaitu 25,4% mencapai target, 39,2% tidak mencapai target dan 35,4% tidak dapat ditentukan.

Hypertension is a cardiovascular disease that is characterized by increased blood pressure ������¢���¯���¿���½������¥140mmHg systolic and / or diastolic mmHg ������¢���¯���¿���½������¥90. Hypertension is diseases with high prevalence and the number continues to rise. As such, it is important to implement proper management of therapy so that the incidence of hypertension can be reduced and controlled. Puskesmas as a primary health care is expected to be the first place for health care. For that, it needs to be seen how the pattern of use of antihypertensive drugs for hypertension patients at the health center. This study aims to investigate the characteristics of the patient, the pattern of use, suitability of use with standards, and the outcome after the use of antihypertensive drugs in hypertensive patients in Puskesmas Depok II Kabupaten Sleman period from January to December 2013. The study was conducted using a descriptive research design. Data retrieved retrospectively. The sampling technique used was a systematic random sampling. Materials research is medical records of patients with hypertension in Puskesmas Depok II Kabupaten Sleman period from January to December 2013. Data were collected from medical records and filled in the sheet collecting. A total of 130 samples of the data then processed and analyzed descriptively. Corresponding data are grouped and presented in the form of a frequency distribution table. The results showed that hypertension is dominated by 70% of women, 70-79 years of age group 30%, and stage 1 hypertension of 47.74%. Independent payment type most widely used 34.6%. The most widely used type of drug is hydrochlorothiazide 48.0% single and combination HCT-captopril 12.1%. Suitability of the use of antihypertensive drugs in uncomplicated hypertension by JNC 7 is 60.8% and 39.2% according incompatible. Suitability of the use of antihypertensives in hypertension with diabetes mellitus is 66.7% and 33.3% according incompatible. Suitability of the use of antihypertensive drugs based on Pedoman Pengobtan Dasar di Puskesmas 2007, which is based on the choice of drug and dose (strength) 100% fit, and based on the frequency of use of 90.6% and 9.4% according incompatible. The outcome after the treatment to achieve the target of 25.4%, 39.2% did not reach the target and 35.4% could not be determined.

Kata Kunci : Puskesmas, pola penggunaan obat, antihipertensi, hipertensi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.