ANALISIS FUNGSI KAWASAN DAN PENGELOLAAN LAHAN SUB DAS TEKOLABBO
JUWITHA LIMBONGAN, Dr. Senawi, MP.
2014 | Tesis | S2 Ilmu KehutananSalah satu permasalahan dalam pengelolaan sumberdaya DAS adalah tekanan penduduk yang mempunyai pengaruh penting terhadap lingkungan. Tekanan penduduk yang semakin meningkat sementara ruang yang tetap dan terbatas menyebabkan terjadinya penyimpangan tata ruang dan penggunaan lahan yang tidak sesuai fungsi kawasan, sehingga fungsi kawasan perlu dikaji ulang menggunakan analisis ArcGis dengan membandingkan hasil kajian dengan penunjukan kawasan hutan dan penggunaan lahan saat ini. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui karakteristik Sub DAS Tekolabbo; (2) menganalisis fungsi kawasan pada Sub DAS Tekolabbo; (3) merumuskan bentuk pengelolaan lahan yang sesuai kondisi masyarakat yang bermukim di Sub DAS Tekolabbo. Penelitian ini dilakukan di Sub DAS Tekolabbo, Kabupaten Takalar dan Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Analisis fungsi kawasan dengan menggunakan ArcGIS diperoleh peta satuan lahan menghasilkan peta penataan fungsi kawasan, selanjutmya hasil kajian ini dibandingkan dengan fungsi kawasan saat ini beserta penggunaan lahan pada Sub DAS Tekolabbo. Hasil penelitian menunjukkan Sub DAS didominasi lereng curam, tanah agak peka dan curah hujan rendah, terdiri dari kawasan fungsi budidaya seluas ± 6.523,53 ha; kawasan fungsi penyangga seluas ± 5.816,85 ha; dan kawasan fungsi lindung ± 2.148,84 ha dengan tekanan penduduk sedang. Pengelolaan lahan budidaya yang sesuai fungsi kawasan hasil kajian sebesar 5.723,45 ha yang dapat dimanfaatkan sesuai prioritas pencadangannya, dan dalam kawasan lindung masyarakat hanya sebatas memanfaatkan hasil hutan bukan kayu berupa rotan, bambu, dan mente. Kata kunci : Daerah Aliran Sungai, Fungsi kawasan, Tata ruang, Tekanan Penduduk
One of the considered problems in the watershed resource management is population pressure which has a significant impact on the environment. As the population pressure increases while the space availability remains the same and limited leading to spatial irregularities and improper land use, thus the area function needs to be re-examined using the analysis of ArcGIS by comparing the study to the designation of forest and land use at this given time. The aims of this study are (1) to determine the characteristics of Tekolabbo Sub-watershed; (2) to analyze the area function of Tekolabbo Sub-watershed; (3) to formulate a proper land management to local community convenience in Tekolabbo Sub-watershed. The research was conducted in Tekolabbo Sub-watershed, Takalar and Gowa District, South Sulawesi. The analysis of area function using ArcGIS obtained land units which mapping area function regulation, furthermore the results of this study is compared to the recent area function and land use of Tekolabbo Subwatershed. The results showed Tekolabbo Sub-watershed dominated by steep slopes, susceptive soils and low rainfall, consists of ± 6523.53 ha of cultivated area; ± 5816.85 ha buffer area; and ± 2148.84 ha protected area with medium population pressures. Land management appropriate for the area function of 5723.45 ha as reserve priority, while in protected area, local community merely utilize non-timber forest products such as rattan, bamboo, and cashew. Key words: Watershed, area functions, spatial planning, population pressure
Kata Kunci : Daerah Aliran Sungai, Fungsi kawasan, Tata ruang, Tekanan Penduduk; Watershed, area functions, spatial planning, population pressure