Laporkan Masalah

PENGARUH INFORMASI PENGUKURAN KINERJA DAN ROTASI JABATAN TERHADAP KINERJA PEJABAT DI PEMERINTAH DAERAH: AMBIGUITAS PERAN DAN KONFLIK PERAN SEBAGAI VARIABEL PEMEDIASI

FAJAR GUSTIAWATY DEWI, SE. M.Si, Akt, Prof. Dr. Abdul Halim, MBA.

2014 | Disertasi | S3 Ilmu Akuntansi

Anggaran di sektor publik khususnya pemerintah daerah menjadi titik awal bagi pemerintah daerah untuk melaksanakan pelayanan publik. Banyak keputusan strategis berkaitan dengan anggaran yang harus diambil oleh pejabat (public manager) untuk perbaikan pelayanan ke depan. Penelitian ini mengangkat isu bahwa kualitas keputusan strategis pejabat membutuhkan informasi pengukuran kinerja, rotasi jabatan, dan tekanan peran (role stress) di pemerintah daerah. Oleh sebab itu, kinerja pejabat yang terkait dengan penganggaran dievaluasi dalam penelitian ini. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metoda eksperimental untuk memeroleh bukti hubungan kausalitas antara informasi pengukuran kinerja, tekanan peran, rotasi jabatan dan kinerja pejabat. Eksperimen dilakukan di Yogyakarta dan Lampung (Kabupaten Way Kanan) dengan menggunakan subjek mahasiswa Program Magister Ekonomika dan Pembangunan (MEP) Universitas Gadjah Mada dan pejabat di Pemerintah Kabupaten Way Kanan. Penelitian ini menggunakan Multivariate Analysis of Variance dan path analysis sebagai alat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambiguitas peran lebih rendah pada pejabat yang mendapat informasi pengukuran kinerja non-finansial dan finansial dibandingkan pejabat yang mendapat informasi kinerja non-finansial saja. Kinerja pejabat secara signifikan lebih tinggi pada saat tmengalami ambiguitas peran yang rendah. Hasil ini mendukung teori peran dan teori kontingensi. Akan tetapi, tidak diperoleh bukti bahwa pejabat yang mendapat informasi pengukuran kinerja non-finansial dan finansial mengalami konflik peran yang lebih rendah dibandingkan dengan pejabat yang mendapat informasi pengukuran kinerja non-finansial saja atau informasi finansial saja. Demikian pula dengan variabel rotasi jabatan. Penelitian ini tidak memeroleh bukti bahwa ambiguitas peran dan konflik peran lebih rendah pada saat pejabat mendapat rotasi jabatan dengan frekuensi rendah (lambat). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ambiguitas peran secara penuh memediasi pengaruh informasi pengukuran kinerja terhadap kinerja pejabat di pemerintah daerah. Akan tetapi tidak diperoleh bukti bahwa konflik peran memediasi pengaruh informasi pengukuran kinerja terhadap kinerja pejabat. Hasil lainnya menunjukkan bahwa ambiguitas peran dan konflik peran tidak memediasi hubungan rotasi jabatan dengan kinerja. Keyword: pengukuran kinerja, informasi kinerja finansial dan non-finansial, rotasi jabatan, tekanan peran

Budgets in the public sector, especially in local government becomes the starting point for local governments to implement public service. Many strategic decisions relating to the budget that must be taken by public manager for future service improvements. This study raised the issue that the quality of public manager strategic decisions require performance measurement information, job rotation and role stress in local government. Therefore, the performance of public managers associated with budgeting evaluated in this study. The study was conducted by using experimental methods to obtain evidence of a causal relationship between performance measurement information, role stress, job rotation and performance of public managers. Experiments conducted in Yogyakarta and Lampung (Way Kanan regency) using student of Master Program of Development and Economics Master Program Gadjah Mada University and government officials at the Way Kanan regency as participant. This study used a Multivariate Analysis of Variance and path analysis as an data analysis. The results showed that lower role ambiguity on public manager who received non-financial and financial performance information than public manager who received non-financial performance information only. Public manager performance was significantly higher at the time experience low role ambiguity. These results support the role theory and contingency theory. However, no evidence was obtained that public managers who received non-financial and financial performance measurement information experience role conflict is lower than the official who received the non-financial performance measurement information or financial information alone. Similarly, about the job rotation. This study did not obtain evidence that role ambiguity and role conflict were lower in the job rotation with low frequency. The results also indicate that role ambiguity is fully mediate the effects of performance measurement information on the performance of local government public managers. However, no evidence was obtained that role conflict mediates the influence of performance measurement information on the performance of public managers. Other results showed that role ambiguity and role conflict did not mediate the association with the job rotation and performance . Keyword: performance measurement, financial and non-financial performance information, job rotation, role stress

Kata Kunci : pengukuran kinerja, informasi kinerja finansial dan non-finansial, rotasi jabatan, tekanan peran


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.