Pemodelan Aliran Airtanah Daerah Samas, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
HASBI KABAHARI, Dr.rer.nat Doni Prakasa Eka Putra
2014 | Skripsi | TEKNIK GEOLOGIPemanfaatan airtanah untuk memenuhi kebutuhan pertanian di daerah pesisir Pantai Samas berpengaruh langsung terhadap keseimbangan airtanah. Warga sekitar menggunakan sumur yang mirip dengan sumur gali dikenal dengan �sumur panthek� dalam memenuhi kebutuhan pertanian. Peningkatan pengambilan airtanah dan sistem irigasi yang kurang baik dalam pemanfaatan pada kawasan pesisir dapat meningkatkan potensi tercemarnya airtanah oleh intrusi air laut. Penelitian ini bermaksud untuk melakukan pemodelan aliran airtanah dengan studi hidrogeologi di daerah Samas. Pemodelan aliran airtanah tersebut bertujuan untuk membuat prediksi yang dapat digunakan untuk identifikasi intrusi air laut ke dalam airtanah yang diakibatkan pemanfaatan airtanah terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan pertanian daerah pesisir Pantai Samas. Pemodelan aliran airtanah dilakukan dengan menggunakan aplikasi program MODFLOW 3.1. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diambil pada lokasi penelitian seperti data permukaan airtanah, jenis litologi sedangkan data sekunder berupa data metereologi didapatkan dari instansi terkait yang mendukung dalam pembuatan model aliran airtanah di daerah Samas, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemodelan aliran airtanah yang dilakukan menunjukan pola aliran airtanah relatif dari utara ke selatan daerah model yang sesuai dengan hasil pengukuran di lapangan. Kondisi hidrogeologi daerah penelitian terdiri dari 3 lapisan batuan bersifat sebagai akuifer bebas dan 1 lapisan batuan pada bagian bawah bersifat akuitar yang menjadi batuan dasar pada pemodelan airtanah ini. Dari skenario yang telah dijalankan menunjukkan bahwa pada 400 meter ke utara dari daerah pesisir Pantai Samas merupakan daerah yang sangat rawan akan intrusi air laut. Pada daerah sekitar 400 meter hingga 3000 meter merupakan daerah yang rawan akan intrusi air laut bila dilakukan pemompaan pada sumur secara berlebihan.
Groundwater is used to agricultural insufficiency in Samas coastal area and has directly impact to the groundwater balance. Residents are using wells which are resemble with dig wells called �sumur panthek� to comply agricultural needs. The increase in groundwater uptake and poor irrigation in coastal area could increase contamination potential by sea water intrusion into groundwater. The aim of this research is modeling the groundwater flow with hydrogeology study in Samas area. Groundwater flow model is aimed to predict and identify sea water intrusion into groundwater due to groundwater usage especially for agricultural insufficiency in Samas coastal area.Groundwater flow modeling is conducted by MODFLOW 3.1 application. Primary data and secondary data are used in this research. Primary data is a taken data by observation in the field such as groundwater head, lithology type, and morphology aspect. Secondary data such a meteorology data is obtained from related institution to build groundwater model in Samas, Sanden, Bantul, Yogyakarta district.The outcome of modeling shows the pattern of groundwater flow. It relatively flows from North to South. This result is accordance with the measurement in the observation field. The hydrogeology condition of observation area are consist of 3 unconfined aquifer layers and an aquitard as bedrock for this groundwater model. From the running scenarios show that 400 meters to the North of Samas coastal area is highly prone of sea water intrusion. And in the area around 400 to 3000 meters is prone to sea water intrusion when the wells are over pumping.
Kata Kunci : Samas, intrusi air laut, pemodelan, MODFLOW/Samas sea water intrusion, groundwater flow modeling, MODFLOW