HUBUNGAN ESTIMASI NILAI INDEKS GLIKEMIK DAN BEBAN GLIKEMIK ASUPAN MAKAN DENGAN KONTROL GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2RAWAT JALAN RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA
SINTA MUKTI P, Dr. Toto Sudargo, SKM, M.Kes
2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: penyakit tidak menular (PTM) sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat baik secara local, regional, nasional, dan global. Salah satu PTM yang menyita banyak perhatian adalah diabetes melitus (DM). Resiko komplikasi semakin tinggi akibat kurang memperhatikan pola hidup termasuk pola makan. Konsep indeks glikemik dengan mengelompokkan karbohidrat dianggap lebih baik dalam mengontrol gula darah. Namun beberapa penelitian mengatakan sebaliknya. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian dengan menggabungkan kuantitas karbohidrat (beban glikemik) dengan indeks glikemik. Tujuan Penelitian: mengetahui hubungan estimasi asupan indeks glikemik dan beban glikemik dengan kontrol gula darah, serta mengetahui faktor-faktor lain yang berhubungan dengan kontrol gula darah pasien DM tipe 2 Metode Penelitian: jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah semua pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2 di RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta tahun 2014. Pemilihan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel 79 orang. Wawancara melalui kuesioner mengenai identitas, aktivitas fisik (IPAQ), dan semi quantitative food frequency (SQFFQ). Kontrol gula darah (HbA1C) didapatkan dari catatan medis responden. Data diolah dengan analisis univariabel (deskriptif), bivariabel (chi square), dan multivariable (GLM). Hasil: sebagian besar responden tidak terkontrol kadar gulanya (84,81%). Ratarata asupan IG dan BG responden adalah 63,26±3,23 dan 127,65±43,02. Uji bivariat menunjukkan bahwa asupan IG dan BG masing-masing memiliki nilai PR 1,023 dan 1,002 dan bermakna secara statistik (p<0,05) terhadap HbA1C. Prevalensi gula darah tidak terkontrol 4,18 kali lebih besar pada kelompok jadwal makan tidak sesuai. Lama terdiagnosis DM, status gizi, aktivitas fisik, dan tingkat pendidikan tidak signifikan terhadap HbA1C (p>0,05) Kesimpulan:terdapat hubungan antara asupan IG, BG, dan jadwal makan terhadap kontrol gula darah, namun tidak terdapat hubungan antara lama terdiagnosis DM, status gizi, aktivitas fisik, dan tingkat pendidikan dengan kontrol gula darah
Background: non-infectious disease (NID) has become a public health problem bothlocally, regionally, nasionally, and globally. One of NID that takes a lot of attention is diabetes mellitus (DM). Risk of complication is higher due to lack of attention to lifestyle including diet. The concept of the glycemic index classifies carbohydrate is considered better in controlling blood sugar. However, some studies say otherwise. Therefore, research needs to be done by combining carbohydrate quantity concept (glycemic load) and glycemic index Objective: to identify the relationship between estimated dietary glycemic index and glycemic load with blood sugar control, as well as to identify other factors associated with glycemic control of patients with type 2 diabetes mellitus Method: this is an observational study with cross-sectional design. The population study were all outpatients with type 2 diabetes mellitus in Dr.Sardjito hospital Yogyakarta in 2014. Sampling method using a consecutive sampling with sample size of 79 people. Interviews regarding the identity of the respondents through questionnaires, physical activity (IPAQ), and semi-quantitative food frequency (SQFFQ). Blood sugar control (HbA1C) obtained from respondent’s medical record. The data were processed using univariable analysis (descriptive), bivariate (chi-square), and multivariate (GLM) Result: most respondents were blood sugar uncontrolled (84,81%). Average of dietary GI and GL was 63,26±3,23 and 127,65±43,02. Bivariate test showed that the dietary GI and GL each has a RP value 1,023 and 1,002, and statistically significant (p<0,05) with HbA1C. The prevalence of uncontrolled blood sugar 4,18 times greater in respondents who doesn’t have appropriate eating schedule. Duration of diabetes, nutritional status, physical activity, and education level did not significantly influence HbA1C (p>0,05) Conclusion:there is a relationship between dietaryGI, GL, and eating schedule with blood sugar control (HbA1C), but there was no correlation between duration of diabetes, nutritional status, physical activity, and education level with blood sugar control (HbA1C)
Kata Kunci : asupan indeks glikemik, asupan beban glikemik, jadwal makan, lama terdiagnosis DM, status gizi, aktivitas fisik, tingkat pendidikan, HbA1C, DM tipe 2