ANALISIS PEMELIHARAAN ASET DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN TABALONG TAHUN 2013 (Studi Bangunan Gedung Kantor Bupati Tabalong)
Yusuf Galgarin, Eddy Junarsin, M.B.A., Ph.D.
2014 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanPenelitian ini dibuat bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat arti penting (importance) dan penetapan kinerja (performance) pelaksanaan faktor-faktor keberhasilan pemeliharaan bangunan gedung Kantor Bupati Tabalong tahun 2013. Peranan pengelolaan aset khususnya dalam pemeliharaan bangunan gedung kantor sangat penting diantaranya perencanaan pemeliharaan serta pengawasan terhadap pelaksanaan pemeliharaan bangunan, agar kondisi gedung terjaga dengan baik sesuai persyaratan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga pemeliharaan bangunan gedung berjalan dengan maksimal. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 responden. Alat analisis yang digunakan importanceperformance analysis (IPA) dengan cara mengukur arti penting dan kualitas pelaksanaan faktor-faktor kunci pada pemeliharaan bangunan gedung Kantor Bupati Tabalong. Pemeliharaan bangunan gedung kantor merupakan bagian dari pengelolaan aset daerah, selain dengan tujuan menjaga kondisi bangunan, juga berperan dalam menambah nilai bangunan itu sendiri. Hasil pemeliharaan dengan menggunakan importance-performance analysis menunjukan bahwa faktor kunci pada pemeliharaan bangunan gedung kantor sudah memiliki penting yang tinggi dalam pandangan responden, tetapi dalam pelaksanaannya masih ada yang harus ditingkatkan antara lain penetapan fungsi pemeliharaan bangunan dalam struktur organisasi satuan kerja, pengukuran kinerja dalam pemeliharaan bangunan terdefinisikan dengan baik, deskripsi kerja atau uraian tugas pemeliharaan bangunan gedung dan profesionalisme sumber daya manusia dalam memamfaatkan pemeliharaan aset bangunan. Gap yang paling besar tingkat kepentingan (3,94) dan kinerja (3,58) adalah variabel 13 (-0,36) yakni deskripsi kerja atau uraian tugas pemeliharaan bangunan gedung, karena ketidakjelasannya uraian tugas tersebut terjadi dan keberadaan standard operasional prosedur (SOP) tidak dilaksanakan dengan baik dan benar sehingga pelaksanaan pemeliharaan bangunan gedung tidak optimal.
This study was made aiming to identify the level of importance and establish performance implementation success factors of building maintenance Tabalong Regent Office in 2013 The role of asset management, especially in the maintenance of office buildings very important office including maintenance planning and supervision he implementation of building maintenance, so that the condition of the building is well maintained accordance with the requirements of laws and regulations in force, so the maintenance of the building goes up. This study used a purposive sampling technique with the number of respondents of 50 respondents. The analytical tool used importance-performance analysis (IPA) by measuring the importance and quality of the implementation of the key factors in building maintenance Tabalong Regent Office. Maintenance of office buildings are part of the asset management area, in addition to the goal of maintaining the condition of the building, also play a role in increasing the value of the building itself. Results maintenance by using importance-performance analysis showed that a key factor in the maintenance of office buildings already have high importance in the view of respondents, but in practice there are still to be improved such as the determination of the functions within the organizational structure of the building maintenance unit, measurement of performance in a well-defined building maintenance, job description or job description of building maintenance and the professionalism of human resources in building asset maintenance . Gap greatest level of importance (3.94) and performance (3.58) is variable 13 (-0.36), which job description or job description of building maintenance, because of lack of job descriptions jelasannya occurred and where standard operating procedures (SOP) not implemented properly so that the implementation of building maintenance is not optimal.
Kata Kunci : Pemeliharaan bangunan, Importance Performance Analysis (IPA)