Laporkan Masalah

JENIS STRESOR PSIKOSOSIAL SEBAGAI FAKTOR RISIKO GEJALA DEPRESI PADA PASIEN SINDROM METABOLIK

Ana Fauziyati, dr. Agus Siswanto, Sp.PD-K.Psi

2014 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDS

Sindrom metabolik dan depresi merupakan dua penyakit yang prevalensinya tinggi di dunia dan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Sindrom metabolik prevalensinya meningkat seiring dengan peningkatan prevalensi obesitas. Depresi menjadi beban kesehatan jiwa yang besar di dunia. Depresi dalam jangka lama dapat memicu terjadinya sindrom metabolik, sebaliknya sindrom metabolik dalam jangka lama merupakan faktor risiko terjadinya depresi. Stres kronik yang disebabkan oleh stresor psikososial dapat memicu timbulnya depresi dan sindrom metabolik. Perlu dilakukan penelitian jenis stresor psikososial apa saja yang merupakan faktor risiko timbulnya gejala depresi pada pasien sindrom metabolik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis stresor psikososial yang merupakan faktor risiko timbulnya gejala depresi pada pasien sindrom metabolik. Desain penelitian ini adalah kasus kontrol, kelompok kasus adalah pasien sindrom metabolik dengan gejala depresi dan kelompok kontrol adalah pasien sindrom metabolik tanpa gejala depresi. Jumlah sampel masing-masing kelompok minimal 40 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sindrom metabolik didiagnosis berdasarkan kriteria International Diabetes Federation (IDF). Gejala depresi diukur dengan Beck Depression Inventory (BDI). Stresor psikososial, yang jenisnya meliputi stresor keuangan, pekerjaan, hubungan sosial, kondisi kesehatan dan perumahan diukur dengan alat ukur kuesioner Stressful Life Events (SLE). Data lain yang dikumpulkan dari subjek penelitian adalah data demografi, anamnesis, pemeriksaan fisik (tinggi badan, berat badan, lingkar perut, tekanan darah) dan data laboratorium (glukosa darah puasa, kadar trigliserid dan kadar kolesterol High Density Lipoprotein (HDL). Variabel dependen adalah gejala depresi. Variabel independen yang diteliti adalah jenis stresor psikososial, meliputi masalah keuangan, pekerjaan, hubungan sosial, kesehatan, perumahan. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dengan uji korelasi dan chi square, serta analisis multivariat dengan uji regresi logistik

Metabolic syndrome and depression are two major diseases over the world, which are increasing in prevalence over time. Metabolic syndrome prevalence is increasing as the prevalence of obesity increasing. Depression is major mental health burden over the world. In long time, depression can lead to metabolic syndrome, while metabolic syndrome is risk factor for developing depression. Chronic stress that induced by psychosocial stressor lead to the development of both metabolic syndrome and depression. Further research is important to identify which type of psychosocial stressor is the risk factor for depression symptom in patient with metabolic syndrome. The objective of this study is to identify the type of psychosocial stressor which could be the risk factor for depression symptom. The study design is case control. Metabolic syndrome patients with depression symptom include in the case group, while the control group consists of metabolic syndrome patients without depression symptom. Each group consists of 40 patients at least, who meet the inclusion and exclusion criteria. Metabolic syndrome is diagnosed based on International Diabetes Federation (IDF) criteria. Depression symptom is measured by Beck Depression Inventory (BDI). Psychosocial stressors, including financial, work, social relationship, health and housing stressors are measured by Stressful Life Events (SLE) questionnaire. Other data which collected from patients are history, demographic data, physical examination data (height, weight, waist circumference, blood pressure) and the laboratory data (fasting glucose, triglyceride and High Density Lipoprotein (HDL) cholesterol). Dependent variable is depression symptom, while independent variables are type of psychosocial stressors (financial, work, social relationship, health and housing). Data analysis which will be conducted in this study includes univariate analysis, bivariate analysis using the correlation analysis and multivariate analysis by the logistic regression.

Kata Kunci : -


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.