Laporkan Masalah

KAJIAN DRAMATURGI RANDAI: Tinjauan Etnodramaturgi Atas Teater Rakyat Minangkabau

Wendy HS, Prof. Dr. C. Bakdi Soemanto, S.U.

2014 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa

Tulisan ini membahas tentang Randai, suatu bentuk seni dramatik yang tumbuh dalam batasan masyarakat etnis Minangkabau di Sumatera Barat. Sebagai suatu pergelaran budaya, Randai diselenggarakan secara tradisional dalam berbagai agenda adat Minangkabau sebagai bagian dari tatanan adaik salingka nagari yang berlaku pada masing-masing nagari di Minangkabau. Sebagai teater rakyat, Randai senantiasa diproduksi dengan tatanan dramaturgial khas yang tampak berkaitan dengan tatanan sosio-kultural yang berlaku dalam masyarakat Minangkabau. Oleh sebab itu, dalam tulisan ini akan diuraikan aspek-aspek dramaturgial Randai sebagai teks pergelaran, teks lakon dan rumusanrumusan dramaturgial yang digunakan untuk membangun kedua teks tersebut. Berdasarkan uraian aspek-aspek dramaturgial itu, tampak benang merah yang menghubungkannya dengan berbagai unsur dalam tatanan sosio-kultural masyarakat Minangkabau. Melalui penelusuran lebih jauh, dapat terlihat kaitan tentang hubungan silek dalam tatanan sosio-kultural di Minangkabau, dengan aspek dramaturgial galombang dan tapuak galemboang dalam Randai. Begitu juga hubungan kato dan baso pada tradisi pakolahan atau pasambahan dalam tatanan sosiokultural di Minangkabau, dengan aspek dramaturgial buah kato dalam pergelaran Randai. Selanjutnya juga terlihat kaitan antara tradisi saluang dendang dalam tatanan sosio-kultural, dengan aspek dramaturgial dendang dalam Randai. Perspektif etnodramaturgi yang digunakan dalam kajian tulisan ini akan memperlihatkan bahwa dramaturgi Randai dibangun secara khas berdasarkan adanya unsur dan nilai-nilai tradisi dalam batasan masyarakat etnis Minangkabau di Sumatera Barat. Berbagai faktor sosial politik dalam perkembangan masyarakat Minangkabau, terutama gesekan faktor adat, agama Islam, dan negara, telah mempengaruhi tatanan unsur dan nilai-nilai tradisi yang membangun dramaturgi Randai. Akibatnya, aspek-aspek dramaturgial dan posisi keberadaan Randai dalam masyarakat Minangkabau saat, ini juga mengalami perubahan.

This paper discusses Randai, a dramatic art form that grew within the limits of the Minangkabau ethnic communities in West Sumatra. As a cultural performance, Randai traditionally organized in various ways as part of a traditional Minangkabau order adaik salingka nagari prevailing at each villages in Minangkabau. As a folk theater, Randai always produced with distinctive-looking dramaturgial order relating to the socio-cultural order prevailing in Minangkabau society. Therefore, in this paper will describe dramaturgial aspects of Randai as a performance text, a play text, and formulas dramaturgial used to constructed the two texts before. Based on the description dramaturgial aspects of it, seems a common thread that connects the various elements of the socio-cultural order Minangkabau society. Through further search, can be seen on the link in the relationship of silek order in Minangkabau socio-cultural, with dramaturgial aspects of galombang and tapuak galemboang in Randai. So is the relationship of kato and baso on pakolahan or pasambahan tradition in socio-cultural order in Minangkabau, with dramaturgial aspects of buah kato in the Randai performances. Furthermore, also visible link between tradition saluang dendang in the socio-cultural order, with dramaturgial aspects of dendang in Randai. Etnodramaturgi perspectives used in the study of this paper will show that the Randai dramaturgy typically constructed based on the existence of elements and traditional values in the range of ethnic communities in the Minangkabau of West Sumatra. Various political and social factors in the development of the Minangkabau people, especially friction factor of the indigenous, Islam, and the state, has affected the order of the elements and the traditional values that build Randai dramaturgy. As a result, aspects and positions where Randai dramaturgial in Minangkabau society today, is also changing

Kata Kunci : dramaturgi, etnodramaturgi, Randai, teater rakyat, etnis Minangkabau


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.