Laporkan Masalah

PERAN PEMUDA DALAM PEMBERDAYAAN DI SEKTOR KELAUTAN SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN URBANISASI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN EKONOMI WILAYAH (Studi di Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta)

Ari Sulistyo, Dr. Armaidy Armawi, M.Si.

2014 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Urbanisasi merupakan salah satu masalah kependudukan yang harus diatasi. Urbanisasi yang tinggi, terutama urbanisasi pemuda, tentu menimbulkan berbagai masalah karena pemuda merupakan golongan yang memegang peranan penting dalam masyarakat. Sementara itu, potensi daerah terkadang dilupakan untuk dimanfaatkan dalam rangka mengendalikan urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemuda dalam pemberdayaan di sektor kelautan sebagai upaya pengendalian urbanisasi dan implikasinya terhadap ketahanan ekonomi wilayah dengan mengambil sampel di Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul. Ada dua fokus dalam penelitian ini yakni peran pemuda dalam pemberdayaan di sektor kelautan dan implikasinya terhadap ketahanan ekonomi wilayah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dimana data dikelola melalui proses reduksi, pemilahan, penyajian dan verifikasi. Data yang diperoleh terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan beberapa informan yang berkaitan dan didukung oleh kuesioner sederhana. Datasekunder dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa; (1) peran pemuda dalam upaya pengendalian urbanisasi pemuda melalui pemberdayaan di sektor kelautan sangat besar. Hal tersebut terlihat dari tersedianya lapangan pekerjaan dan banyaknya pemuda yang bekerja di sektor kelautan serta persepsi pemuda mengenai pekerjaan tersebut dikaitkan dengan urbanisasi dan (2) pemberdayaan pemuda di sektor kelautan memberikan dampak positif yakni memperkuat ketahanan ekonomi wilayah di Kecamatan Tepus. Hal ini didasarkan bahwa dengan berdayanya pemuda di sektor kelautan mampu memberikan pendapatan dan mengurangi pengangguran sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi dan produktivitas pemuda. Namun demikian, pemberdayaan pemuda di sektor kelautan juga memiliki kendala-kendala antara lain kondisi geografi dan keadaan alam, sumber daya manusia dan ketersediaan sarana prasarana.

Urbanization is one of the demographic issues that must be overcomed. High urbanization rate, especially for youth, would cause various problems since youths play an important role in their society. On the other hand, people sometimes ignore their local potency which can give solution to the problem. This study is aimed to determine the role of youth through empowerment in maritime sectors as an effort in overcoming urbanization rate and its implications to regional economic resilience in Tepus sub-district of Gunungkidul. There are two main issues on this study. They are the role of youth through empowerment in maritime sectors and the implications towards regional economic resilience. This research is descriptive qualitative research where data were managed by reduction, classification, presentation and verification processes. The data are classified into primary and secondary data. The primary data was collected through observations, interviewswith several informants and supported by simple quesionnaire. Whereas, secondary data were collected by library research and documentation. The results of this researcht showed that; (1) youth plays a big role in controlling urbanization rate by working in maritime sectors. It can be seen from the number of youths who work in maritime sectors and their perceptions about the job related to urbanization and (2) youth empowerment in maritime sectora gives positive impact to strengthen the regional economic resilience in Tepus Subdistrict. The empowerment of youth is able to give income and reduce the unemployeement. It would support the economic growth and youth productivity. However, there are some obstacles in empowering the youth in marine sectors. They are nature factor, youth resource quality factor, and infrastructure factor.

Kata Kunci : Pemuda, urbanisasi, ketahanan ekonomi wilayah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.