MANAJEMEN KOMUNIKASI PEMERINTAH DAERAH DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (Studi Manajemen Komunikasi Program Bela dan Beli Kulon Progo di Kulon Progo, Yogyakarta
Ria Harlinawati, Dr. Kuskridho Ambardi, M.A., Ph.D.
2014 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Ilmu KomunikasiKeberhasilan program pemberdayaan masyarakat sangat tergantung pada strategi komunikasi pemerintah dalam melakukan sosialisasi yang efektif dan tepat sasaran. Pemerintah Kulon Progo mengedepankan transparansi informasi sehingga membuka akses kesempatan pengawasan oleh masyarakat terhadap program pemerintah. Karena itulah program Bela dan Beli Kulon Progo ini kemudian muncul menjadi program pemerintah yang sangat populer dibanding program pemerintah lainnya di kalangan masyarakat, terutama masyarakat Kulon Progo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana metode manajemen komunikasi dalam program Bela dan Beli Kulon Progo yang dilakukan oleh pemerintah Kulon Progo sehingga mampu mereduksi sikap apatis yang selama ini ada dalam diri masyarakat, terutama masyarakat Kulon Progo, terhadap program pemberdayaan masyarakat oleh pemerintah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Objek pada penelitian ini adalah pemerintah Kulon Progo dengan subyek penelitian terbagi menjadi dua yakni informan primer dan informan sekunder. Metode manajemen komunikasi dibahas dengan empat langkah metode manajemen Cutlip, Center, and Broom. Hasil penelitian menemukan bahwa komunikasi pemerintah Kulon Progo menerapkan metode manajemen komunikasi melalui empat langkah yakni mendefinisikan masalah, perencanaan komunikasi, aksi dan komunikasi, serta evaluasi komunikasi dalam sosialisasi program Bela dan Beli Kulon Progo meskipun belum maksimal, sehingga hasil yang didapat hanya maksimal pada efek kognitif, sedangkan efek afektif dan konatif masih jauh dari maksimal.
The success of community empowerment program is highly dependent on the government's communication strategy to implement sosialization effectively and accurately targeted. At this time, the government of Kulon Progo to prioritize the transparency of information to allow monitoring by the public to government programs. That‟s why Bela dan Beli Kulon Progo program appears to be a most popular government‟s program than other government programs among the public, especially the people of Kulon Progo. The purpose of this research is to determine how the communication management methods of Bela dan Beli Kulon Progo implemented by the government of Kulon Progo so this program can reduce apathy towards government programs that have been there within the community, especially the people of Kulon Progo. Type of this research is a qualitative descriptive research using a case study approach. Objects in this research is the government of Kulon Progo with research subjects are primary informants and secondary informants. Method of communication management discussed with the four-step method of management Cutlip, Center, and Broom. This results of this research have found that government communication method by the government of Kulon Progo government by performing four step, including define a problem, communication planning, action and communication, and evaluation of communication. But it has not been implemented to the maximum, so that the results are only a maximum on the cognitive effects , whereas the affective and conative effects are far from optimal.
Kata Kunci : Manajemen, Komunikasi Pemerintah, Pemberdayaan Masyarakat